RAKYAT.NET, Jakarta – Leukimia atau dikenal di kalangan awam sebagai penyakit kanker darah putih. Masyarakat masih sangat takut terhadap penyakit ini. Dan oleh ketakutan itu, penderita sering mengabaikan gejala-gejala awal yang timbul. Sehingga sering kali ketika sudah akut baru mau datang ke dokter atau rumah sakit.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang penyakit Leukimia, antara lain sbb:

Sel Darah Putih

Leukemia bermula dari kelainan sel darah putih yang diproduksi oleh sel punca hematopoitik pada sumsum tulang. Oleh sebab itu, leukemia sering disebut kanker darah putih. Sel-sel darah putih ganas beredar dalam aliran darah dan menyebar ke berbagai organ tubuh seperti otak, hati, limpa dan tulang.

Jenis Leukemia

Leukimia terbagi menjadi 4 kategori. Pertama leukemia limfositik akut (acute lymphocytic leukemia, ALL) yang paling sering menyerang anak-anak di bawah 15 tahun. Kedua, leukemia mielogen akut (acute myelogenous leukemia, AML) yang paling sering menyebabkan leukostasis dan mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah. Ketiga, leukemia limfositik kronis (chronic lymphocytic leukemia, CLL) yang merupakan jenis leukemia langka dan lebih sering terjadi pada orang dewasa lebih tua, yakni di atas 55 tahun. Terakhir adalah leukemia mielogen kronis (chronic myelogenous leukemia, CML) yang lebih banyak dialami oleh orang dewasa usia pertengahan dan kurang diketahui secara pasti faktor risiko penyebabnya.

Gejala Leukemia

Gejala-gejala penyakit Leukimia : kelelahan, pusing, sesak napas, demam, sering berkeringat di malam hari, cenderung mudah memar, nyeri di persendian atau tulang, perdarahan di gusi, mimisan dan perut bengkak. Namun beberapa gejala belum tentu dipastikan sebagai gejala penyakit Leukimia. Konsultasi dan cek medis ke dokter atau rumah sakit terdekat sangat disarankan.

Usia Rentan Terhadap Leukimia dan Faktor Jenis Kelamin

Anak-anak di bawah usia 15 tahun lebih berisiko mengalami leukemia dengan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan jenis kanker lain yang kerap menyerang anak-anak. Namun pada jenis leukemia lainnya, orang dewasalah justru lebih berisiko mengalami leukemia.

Pria berisiko lebih tinggi mengalami leukemia dibandingkan wanita. Dan resiko tingkat kematian karena penyakit ini terjadi pada kaum pria lebih tinggi, yakni sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan tingkat kematian penderita leukimia wanita.

Tingkat Kelangsungan Hidup Lebih Lama, Penderita Leukimia Meningkat

Menurut Leukemia & Lymphoma Society, tingkat kelangsungan hidup penderita leukemia telah meningkat 4 kali lipat sejak tahun 1960. Dari yang mulanya 14% pada awal 1960-an, menjadi sekitar 60% selama periode waktu 2004 hingga 2010.