RAKYAT.NET, Majalengka – Fenomena langka, Pelangi Nguir (pelangi putar) yang menghebohkan masyarakat di Majalengka sebulan lalu. Beberapa orang menyebut pemandangan langka tersebut sebagai tanda pergantian musim. Dari musim penghujan ke musim kemarau.

Dilansir dari sindonews, prakirawan BMKG Stasiun Meterologi Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn menjelaskan, penampakan pelangi nguir dapat dipicu oleh awan dan faktor alam lainnya.  Keberadaan pelangi tepat di sekitar awan menjadi salah satu sebab munculnya pelangi nguir (putar).

Menurut Ahmad Faa Iziyn, terjadinya pelangi disebabkan oleh sejumlah aktivtas alam. Bertemunya cahaya matahari dengan awan-awan yang tercipta dari butiran-butiran air ini akan membuat reaksi. Awan akan memantulkan, membiaskan dan membelokkan cahaya dengan cara- cara yang sama.

Dari rangkaian proses tersebut, munculah cahaya dengan warna-warna dan dan juga panjang gelombang yang berbeda. Dari warna dan panjang gelombang yang berbeda- beda terbentuklah pelangi.

Terkait ada anggapan bahwa fenomena itu sebagai tanda pergantian musim, prakirawan BMKG tersebut menjelaskan, dilihat dari disiplin ilmu BMKG, hal itu tidak memiliki keterkaitan.

Fenomena alam tergolong langka tersebut setidaknya bisa dilihat di beberapa titik, di antaranya dari Kecamatan Rajagaluh, Ligung dan kecamatan-kecamatan lainnya. (Red)