RAKYAT.NET, Jakarta – Pengusaha ritel dan pengelola toko di pusat belanja atau mal mengeluhkan turunnya omzet penjualan. Untuk mendongkrak penjualan, pengusaha harus rajin-rajin menggelar program diskon.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, saat ini sejumlah toko ritel, khususnya di bidang fesyen dan pakaian, tengah mengalami penurunan penjualan. Hal ini tentunya berdampak signifikan terhadap omzet dan target perusahaan.

“Saat ini untuk beberapa format ritel seperti big departement store, big hypermarket, juga fashion memang ada penurunan penjualan,” ujarnya seperti dilansir dari liputan6.com

Menurut dia, lesunya penjualan tersebut disebabkan oleh berbagai hal. Namun, secara umum akibat dari penurunan daya beli masyarakat dan perkembangan e-commerce.

“Sudah campur semua hal itu (daya beli masyarakat dan e-commerce), termasuk banyaknya impor borongan (impor barang bekas),” kata dia.

Untuk mengatasi penurunan ini, pengusaha dan pengelola toko harus sering-sering menggelar program diskon. Hal tersebut diharapkan bisa menjadi stimulus bagi masyarakat untuk berbelanja. “Jadi harus diskon baru bisa ramai,” tandas dia.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here