RAKYAT.NET, Jakarta – Meski Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengeluarkan rekomendasi bahwa proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dapat dilanjutkan kembali, namun persoalan adanya kecelakaan proyek di dalamnya belum selesai.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontraktor utama proyek tersebut akan mendapatkan putusan atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan ambruknya bekisting pierhead pada salah satu tiang proyek tersebut.

Nasib perusahaan pelat merah di bawah kepemimpinan M Choliq itu akan ditentukan hari ini pada rapat Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2). “Jadi akan dirapatkan hari ini. Nanti hasil rapat disampaikan ke Pak Menteri (PUPR). Selanjutnya Pak Menteri akan menyampaikan rekomendasi ke Menteri BUMN,” kata Ketua Komite K2 Syarif Burhanuddin.

Ketika mengeluarkan rekomendasi atas penghentian sementara proyek konstruksi yang memiliki struktur layang, ia mengatakan, sudah ada rekomendasi bila proyek itu dapat dilanjutkan dengan beberapa catatan.

Pasca-evaluasi, pemerintah berharap kecelakaan kerja tak terjadi lagi. Dan harus ada peningkatkan safety.

Soal sanksi yang akan diberikan kepada Waskita. Menurutnya, hal itu menjadi wewenang dari Kementerian BUMN selaku kementerian yang menaungi badan usaha tersebut. “Nanti kita lihat rekomendasinya. Karena KKK itu tidak mengeluarkan sanksi, KKK tidak punya wewenang mengeluarkan sanksi kita hanya rekomendasi,” imbuh Syarif.

Dalam kasus ini, Kepolisian Resor Jakarta Timur sebelumnya telah menetapkan dua tersangka, yaitu Kepala Pelaksana dari PT Waskita Karya berinisial AA dan Kepala Pengawas dari PT Virama Karya berinisial AS.

Sementara itu, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta aparat penegak hukum mengusut kasus dugaan kelalaian yang dilakukan Waskita. Bahkan, jika diperlukan kontraktor pelaksana dijatuhi sanksi pidana bila ditemukan adanya kelalaian. “Ya perlu sanksi pidana. Kami minta kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh. Apakah ada kelalaian, atau pidana lain misalnya mark up dengan mengurangi spesifikasi,” kata Bambang.

Kontraktor Penyebab Kecelakaan Kerja Perlu Dipidana Adapun Menteri BUMN Rini M Soemarno mengindikasikan akan mengevaluasi jajaran Waskita Karya bila terbukti melakukan kelalaian. Dalam tujuh bulan terakhir, 14 kasus kecelakaan kerja terjadi, dimana 7 diantaranya merupakan proyek yang digarap Waskita.

Sumber: kompas.com
Gambar: idntimes.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here