RAKYAT.NET, Jakarta – Jakarta sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, serta jumlah kendaraan terbanyak menyisakan masalah udara. Kualitas udara Jakarta terpantau buruk dari sejak beberapa waktu terakhir.

Musim kemarau di kawasan Indonesia menjadi pemicu bertambah buruknya kualitas udara terutama di kota-kota besar terkhusus Jakarta. Sebagai antisipasi, Pemprov DKI Jakarta berencana membuat hujan buatan agar partikel polusi di atmosfer berkurang.

Rencana tersebut masih harus dibahas lebih lanjut dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebab Pemprov DKI Jakarta belum pernah menerapkan teknologi hujan buatan sebelumnya.

Menurut BMKG, Indonesia sedang diterpa el nino, cuaca akan panas hingga tiga bulan ke depan dan hujan tidak akan turun. Saat cuaca panas seperti saat ini partikel-partikel yang dihasilkan aktivitas di kot, mulai dari kendaraan ataupun industri akan menutup dan membentuk lapisan di atmosfer. Sehingga dengan adanya musim kemarau itu menimbulkan efek inversi di atmosfer.

BMKG menghimbau agar masyarakat mengurangi asap kendaraan bermotor dengan beralih menggunakan transportasi publik. Sebab, kondisi yang dialami di Ibu Kota tengah dirasakan oleh masyarakat seluruh dunia.