Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut pemerintah tak memiliki strategi khusus untuk mendobrak daya beli masyarakat. Pemerintah menilai, daya beli masyarakat akan membaik dengan sendirinya, seiring perekonomian domestik dan global yang mulai pulih.

“Jadi, kami tidak harus dengan stimulus khusus untuk menggerakkan ekonomi. Kalau ekonomi sedang bergerak, biarkan dia melahirkan kemampuan permintaan dari masyarakat berdasarkan perkembangan ekonomi itu,” ujar Darmin di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (6/7).

Sementara, pandangan bahwa ekonomi domestik mulai bergerak ke arah positif, dilihat Darmin, dari laju ekspor yang kian menggeliat sejak memasuki tahun ini bahkan mencatatkan surplus perdagangan.

Berdasarkan data terakhir, pada Januari-April 2017, nilai ekspor Indonesia mencapai US$48,9 miliar atau meningkat dibandingkan Januari-April 2016 sebesar US$41,04 miliar. Hal ini membuat perdagangan Tanah Air mengalami surplus sebesar US$5,33 miliar.

Dengan ekspor yang menggeliat, Darmin melihat, secara otomatis penghasilan masyarakat akan meningkat sehingga daya beli turut tumbuh karena adanya kecukupan dana untuk melakukan belanja.

“Kuartal II dan III ini diperkirakan pulih sehingga ekonomi kita pertumbuhannya semakin seimbang motor penggeraknya. Jadi, kita percaya, situasi mengarah ke perbaikan,” kata Darmin.

Sedangkan pemulihan ekonomi global ditunjukkan dari membaiknya harga komoditas di pasar dunia. “Ekonomi dunia sedang membaik walau tidak besar sekali,” imbuh Darmin.

Bersamaan dengan daya beli masyarakat yang akan membaik, Darmin meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi akan lebih baik mulai kuartal II 2017. Bahkan, mampu melebihi pertumbuhan kuartal I 2017 sebesar 5,02 persen.

“Kuartal II lebih tinggi, bisa di atas itu (kuartal I). Umumnya kuartal II dan III membaik secara musiman dibandingkan kuartal I,” terang Darmin.

Sementara itu, terkait stimulus pemerintah terhadap daya beli masyarakat melalui belanja negara, Darmin belum ingin berkomentar lebih jauh untuk menjelaskan bagaimana pertumbuhan belanja negara di kuartal II dan III nanti.

Namun, ia melihat bahwa belanja negara tetap diupayakan pemerintah sesuai dengan target dan kebutuhan dari masing-masing pos anggaran. Adapun pemangkasan anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (R-APBNP) 2017 di sejumlah pos Kementerian/Lembaga (K/L) disebut Darmin tak akan mengganggu kinerja belanja negara.

“Penghematan itu cuma belanja barang kami alihkan untuk yang lain. Tapi malah ini bisa-bisa lebih baik karena dia bisa dialokasikan dari cuma perjalanan (dinas). Pengeluaran sifatnya tetap produktif,” pungkasnya. (gir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here