RAKYAT.NET, Jakarta – Rencana pemindahan ibukota Republik Indonesia menuai pro kontra. Pihak yang pro rencana pemindahan ibukota berpendapat bahwa ibukota dipindah ke daerah lain agar Jakarta bisa berkembang pesat menjadi pusat bisnis, pusat keuangan hingga pusat jasa.

Namun dibalik rencana pemindahan ibukota negara tersebut dikhawatirkan bermunculan para spekulan tanah yang biasanya bergerak cepat mengamankan tanah-tanah strategis di lokasi baru tersebut.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan untuk mencegah adanya spekulan tanah, pemerintah tidak akan membeberkan secara detail lokasi calon ibu kota baru. Namun Bambang menyatakan bahwa kemungkinan tetap ada spekulan yang mencoba untuk menguasai tanah strategis di daerah yang telah disebutkan santer beredar dan itu tak bisa dihindari.

Ilustrasi: liputan6.com