RAKYAT.NET – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung, Jawa Barat meminta kepada Pemerintah Pusut untuk turun tangan menghadapi harga bawang merah yang terus merangkak naik. Meski rata-rata harga per kilogram naik menjadi Rp 37.000 – Rp 38.000, namun ada disebagian pasar tradisional mencapai Rp 40.000.

Tisna Umaran, Kepala Distan Kabupaten Bandung menjelaskan sejak satu bulan terakhir harga bawang merah naik signifikan. Hal itu dianggap member keuntungan petani dan para pedagang.

“Kemarin-kemarin harga Rp 11.000 – Rp 12.000 per kilogram terus merangkak naik dan sekarang di pedagang sudah mencapai Rp 37.000 – Rp 38.000. Kata saya mah nyambung antara pedagang dan petani (untung),” kata dia Selasa (26/03/2019).

Walaupun begitu, Tisna mengatakan, ketika harga bawang merah sudah mencapai Rp 40.000 ke atas di sebagian pasar tradisional maka hal itu harus segera diantisipasi. Oleh sebab itu, pihaknya akan berusaha menjaga harga dan meminta pemerintah pusat turun tangan.

“Kalau harga naik maka harus diantisipasi, kalau harga turun berlakukan harga pemerintah dan dibeli pemerintah,” jelas dia.

Tisna menjelaskan, diperkirakan harga yang terus naik tidak akan berlangsung lama, terutama di Kabupaten Bandung. Ia menjelaskan, disebagian tempat sudah mulai panen.

“Kasihan konsumen kalau naik terus. Kayanya kenaikan gak akan lama kalau lihat perspektif Kabupaten Bandung. Kalau diluar daerah gak tahu,” kata dia.

Dia menjelaskan suplai Bawang Merah terbesar berasal dari Brebes sehingga apapun kondisi di sana berpengaruh terhadap harga di Kabupaten Bandung. Sebelumnya, komoditas bawang merah di Pasar Sayati Indah, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung mengalami kenaikan harga tiga hari terakhir sebesar Rp 40.000 perkilogram.

Kenaikan harga bawang merah, telah terjadi tiga hari terakhir dan sangat mendadak. Bahkan, kenaikannya dua kali lipat dari harga biasanya. Dia mengungkapkan, harga komoditas bawang merah saat ini di pasar Induk Caringin, Kota Bandung hanya sebesar Rp 22.000 per kilogram.