RAKYAT.NET, Jakarta – Kepala Komunikasi Korporat PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari menanggapi adanya tuntutan menggratiskan akses masuk bagi pengunjung tempat wisata ini. Menurut Rika, pengelola Pantai Ancol belum bisa membebaskan biaya masuk seperti di Taman Monumen Nasional (Monas) dikarenakan biaya operasional, revitalisasi, dan inovasi yang lebih besar dibandingkan pendapatan dari tiket masuk.

“Contohnya pada tahun 2016. Pendapatan kami dari tiket masuk selama setahun totalnya Rp 300 miliar,. Sementara itu biaya operasional dan renovasi sebesar Rp 392 miliar,” ujar Rika kepada Tempo pada Senin, 18 September 2017.

Pantai Impian Jaya Ancol, kata Rika, merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tidak mendapatkan dana penyertaan modal dari Pemerintah DKI Jakarta. “Kalau digratiskan seperti apa nanti jadinya. Kami tidak bisa bayar SDM untuk keamanan dan kebersihan,” kata Rika.

Pendapatan yang diterima dari tiket masuk, kata Rika, lebih sedikit ketimbang biaya yang dikeluarkan untuk operasional, renovasi, dan inovasi pantai serta ecopark. Biaya operasional, renovasi, dan inovasi Ancol terus naik setiap tahunnya seiring dengan naiknya jumlah pengunjung.

Rika menjelaskan, selama ini PT Pembangunan Jaya Ancol menutupi kekurangan biaya pengembangan pantai dan taman di Ancol dengan melakukan konsolidasi bersama unit rekreasi lain yang dikelola oleh perusahaan. Unit rekreasi lain yang dimaksud adalah Dunia Fantasi, Ocean Dream, Seaworld, dan Atlantis.

Rika mengatakan kebutuhan biaya pengembangan setiap tahun itu dikarenakan Ancol memiliki pantai buatan yang harus terus diisi pasirnya untuk menjaga kualitas. Selain itu, biaya pengembangan juga dibutuhkan untuk menambah fasilitas dan konten-konten rekreasi di setiap pantai.

Pekan lalu, puluhan orang dari Gerakan Rakyat Jakarta Utara (GRJU) menggelar demonstrasi di pintu barat Taman Impian Jaya Ancol. Mereka menuntut pengelola Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol, mengembalikan akses warga Jakarta Utara untuk bisa memasuki kawasan Pantai Ancol.

Memang, untuk masuk ke Ancol setiap orang harus membeli tiket masuk Rp 25 ribu, tarif mobil Rp 25 ribu, dan sepeda motor Rp 15 ribu.

Sedangkan untuk tiket Dunia Fantasi adalah Rp 200 ribu per orang untuk hari biasa dan Rp 295 ribu untuk Sabtu, Minggu, dan libur. Tiket Ocean Dream Samudra adalah Rp 95 ribu per orang untuk hari biasa dan Rp 160 ribu untuk Sabtu, Minggu, dan libur.

Aksi GRJU mendapat perhatian Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Djarot mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah lama punya gagasan untuk membebaskan pengunjung ke Pantai Ancol.

Menurut Djarot, seharusnya pengunjung hanya dikenai biaya parkir setiap kali masuk kawasan Ancol, sedangkan pejalan kaki bebas memasuki Pantai Ancol.

Sumber: tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here