Liputan6.com, Jakarta Madeira merupakan pulau milik Portugal yang terletak di Samudera Atlantik, tepatnya 540 mil barat daya Lisbon. Pulau ini awalnya dikenal dengan nama Pulau Ungu oleh masyarakat Roma. Pulau ini kemudian ditemukan kembali secara tidak sengaja oleh pelayar Portugis dan ditempati menjadi bagian dari Portugal pada 1418.

Selain memiliki pemandangan alam yang indah, masyarakat pulau ini tahu betul pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Sadar akan lokasinya yang jauh dari peradaban, orang-orang Pulau Madeira menjaga dengan baik beragam sumber daya yang dimiliki, salah satunya dengan menjalankan gaya hidup berkelanjutan yang beriringan dengan semangat artistik.

Hal tersebut terlihat dari upaya para relawan di pulau tersebut yang mempromosikan seni visual menggunakan kaleng minuman bekas. Sebanyak 25 ribu kaleng minuman bekas dipotong dan diolah untuk menciptakan street art yang menawan. Bertepatan dengan perayaan Sao Pedro yang kerap dirayakan masyarakat setempat tiap musim panas, para seniman membuat beragam lukisan jalananyang mengagumkan di sepanjang jalan.

Melalui seni jalanan tersebut, para seniman yang juga relawan dari komunitas Teatro Metaphora ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kerja kreatif Teatro Metaphora bukan hanya sekali, tahun lalu komunitas ini bahkan mampu menyulap mesin cuci bekas menjadi penerang jalan yang bernilai seni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here