RAKYAT.NET, Jakarta – Jakarta masih menjadi magnet untuk warga pendatang dari berbagai daerah. Biasanya, setelah Lebaran, jumlah pendatang yang masuk ke Ibu Kota meningkat. Pemerintah tidak bisa melarang warga daerah untuk urbanisasi ke Jakarta walaupun himbauan-himbauan untuk tidak memaksakan diri datang ke Jakarta mengadu nasib telah disosialisasikan.

Untuk memantau arus urbanisasi ke Jakarta, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta akan menggelar operasi Bina Kependudukan (Binduk). Operasi ini digelar setelah arus balik selesai yakni H+14 Lebaran.

“Dikasih waktu 14 hari. Berarti dihitung 14 hari untuk lapor ke RT dan kelurahan. Dalam waktu itu juga kita memonitor kantong pendatang baru di wilayah. Kelihatannya sudah mulai ketemu yakni daerah industri, kampus, perdagangan, ekonomi, industri hiburan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Edison Sianturi.

Rencananya, Gebyar Binduk akan dilakukan pada 10 Juli mendatang. Edison memperkirakan akan ada kenaikan jumlah pendatang tahun ini, meski tidak akan signifikan.

“Kalaupun naik enggak signifikan. Karena kelihatannya dari 3 tahun terakhir fluktuasi pendatang baru itu seperti tahun 2015 itu kan 2015 itu 70.500, 2016 itu 86.000, 2017 itu 70.700,” katanya

Edison mengatakan Jakarta terbuka untuk semua. Namun, sebelum mengadu nasib ke Jakarta ia mengimbau pendatang memastikan kesehatan terjaga dan memiliki keterampilan.

“Tiga hal yang kita minta. Pertama jaga kesehatan. Jaga kesehatan, makanya gubernur memberikan pesan kalau mau bertarung mencari pertama kita minta kan kesehatan. Dia harus kuat harus sehat. kedua memilki keterampilan dan ketiga tempat tinggal,” katanya.

Sumber: merdeka.com