RAKYAT.NET, Jakarta – Hasil quick count mencatat Paslon yang diusung partai besar terseok di Pilkada 2018. Walaupun tidak dapat dibandingkan langsung dengan prediksi Pilpres 2019, setidaknya ada lampu kuning untuk partai-partai besar dalam persiapan Pilpres 2019?

Hitung cepat (quick count) hasil pilkada serentak 2018 telah usai. Sejumlah pasangan calon kepala daerah dinyatakan menang sementara dalam pesta demokrasi yang berlangsung serentak di 117 daerah, Rabu 27 Juni lalu.

Di Jawa Barat, pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum yang diusung Partai Nasdem, Hanura, PKB, dan PPP unggul dari 3 penantangnya. Di Jawa Tengah, paslon Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP, Nasdem, PPP, dan Demokrat berhasil mengalahkan paslon Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Gerindra, PAN, PKS, dan PKB.

Sementara di Jawa Timur, paslon Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDIP, PKB, Gerindra, dan PKS harus mengakui kemenangan rival mereka, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang diusung Partai Demokrat dan Golkar. Di Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat yang ditugaskan PDIP dan PPP untuk merebut suara rakyat di daerah itu, terpaksa harus mengakui kemenangan lawannya, Edy Rahmayadi yang diusung Partai Golkar, Gerindra, PKS, PAN, Nasdem, dan Hanura.

Meski kalah di Sumut, tapi PDIP masih bisa berbangga hati karena paslon yang mereka usung di Sulawesi Selatan yakni Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman berhasil mengalahkan 3 lawan mereka.

Kemenangan dan kekalahan para paslon dalam Pilkada serentak 2018 banyak di luar prediksi. Ridwan Kamil contohnya.

Kemenangan Ridwan Kamil di Pilkada Jabar membuat banyak pihak terhenyak. Tak terkecuali ketua umum partai pengusungnya, Surya Paloh. Pasalnya, sebelum hari pencoblosan, Ridwan Kamil harus pontang panting meyakinkan sejumlah partai agar tetap mengusungnya di Pilkada. Belum lagi serangan kampanye hitam yang menyebutkan dia anti-212 dan tak peduli Islam.

Tapi, penentu kemenangan para calon gubernur itu adalah suara pemilih di TPS, bukan partai pengusung. Setidaknya ini tergambar dari kemenangan Khofifah di Jatim dan kekalahan Djarot di Sumut.

Menyambut kemenangan versi hitung cepat ini, Ridwan Kamil tak mau ada euforia. Dia hanya menyampaikan salam kepada para rivalnya.

“Salam hormat untuk para kandidat di Pilgub Jawa Barat, Pak Deddy Mizwar, Kang Dedi Mulyadi, Kang Anton Charlian dan Kang TB Hasanudin,” tulis Ridwan Kamil di akun Facebook-nya, Kamis (28/6/2018). Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada para rivalnya karena telah mampu menghadirkan Pilkada Jabar 2018 tanpa huru-hara.

“Terima kasih telah menghadirkan Pilkada yang aman, damai, dan berkualitas di Jawa Barat. Memberikan masyarakat Jawa Barat sebuh contoh bagaimana pun panas pertandingan, ketika selesai kembali menjadi saudara. Semoga tidak pernah lelah berjuang untuk Jawa Barat. #PilgubJabar2018 #RINDUJabarJuara1 #MemilihRINDU,” tulis Ridwan Kamil lagi.

Sumber: liputan6.com