RAKYAT.NET, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan menyebutkan hingga Rabu (13/03/2019) sudah ada sekitar 5,97 juta wajib pajak yang telah melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan atau SPT Pajak. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan dari total tersebut sebanyak 92 persen memanfaatkan layanan web e-filing.

“Jadi terbukti ya, bahwa layanan e-filing sangat membantu masyarakat untuk menyampaikan SPT mereka,” kata Hestu dalam acara Seminar Nasional Perpajakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jaksel, Kamis (14/03/2019).

Layanan e-filing atau electronic filing merupakan layanan pelapor berbasis internet yang diciptakan Direktorat Jenderal Pajak terutama bagi wajib pajak perorangan dalam melaporkan SPT Pajak Tahunan. Selain itu, kantor pajak saat ini menyediakan layanan e-form untuk mengisi SPT Pajak.

Adapun merujuk pada aturan Kementrian Keuangan, pelapor SPT Pajak perorangan baik karyawan maupun non karyawan paling lambat bisa dilakukan pada akhir Maret 2019. Jika terlambat wajib pajak bakal dikenai denda. Sedangkan bagi wajib pajak badan, Kementrian memberikan batas waktu hingga akhir April 2019.

Hestu mengatakan Kementrian menargetkan sebanyak 18,3 juta wajib pajak akan melaporkan SPT Tahunan ini. Angka itu paling banyak disumbang oleh wajib pajak perorangan. “Wajib badan hanya sekitar 2,5 juta sisanya wajib pajak perorangan,” kata Hestu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya telah mengatakan bahwa Kementrian menargetkan angka wajib pajak yang melapor SPT tahun ini 2018. Jumlah ini bertambah jika dibandingkan dengan pelapor SPT Pajak Tahun anggaran 2017 yang hanya mencapai 71-72 persen.

 

Sumber : Tempo.co