RMOL. TNI Angkatan Laut membantah pemberitaan tentang penembakan terhadap empat orang nelayan kapal ikan asal Vietnam.

Laman berita Reutersmelaporkan, Pemerintah Vietnam mengatakan TNI AL menembaki kapal nelayan negara mereka. Empat orang nelayan terluka dalam insiden yang disebut terjadi di perairan Vietnam itu.

Adapun yang membantahnya adalah Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia seperti dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (24/7). Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) adalah salah satu Komando Utama TNI AL.

Insiden terjadi saat pengusiran terhadap dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di Perairan Natuna Utara, Zona Eksklusif Ekonomi Indonesia (ZEEI), Landas Kontinen, Minggu (23/7).

Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menegaskan bahwa tidak benar salah satu unsur jajaran Koarmabar yang sedang terlibat operasi dan patroli di sektor perairan Natuna Utara, ZEEI, di dalam Landas Kontinen Indonesia  melakukan penembakan terhadap empat orang nelayan kapal ikan Vietnam pada saat melakukan patroli di wilayah perairan Landas Kontinen Indonesia pada hari minggu 23 Juli 2017 pukul 19.45 WIB.

Dijelaskannya, kronologis terjadinya pengusiran kedua KIA Vietnam tersebut, berawal saat KRI Wiratno-379 melaksanakan patroli di perairan Natuna Utara, ZEEI, di dalam Landas Kontinen Indonesia mendeteksi adanya 2 KIA Vietnam pada posisi 4 Nm yang masuk ke wilayah perairan landas kontinen Indonesia dan pada saat didekati.

Tiba-tiba kedua KIA Vietnam tersebut melaksanakan penggelapan tetapi siluet masih terlihat dan halunya mengarah ke haluan KRI Wiratno-379 pada jarak 30 meter yang membahayakan KRI Wiratno-379, sehingga diberikan tembakan peringatan satu butir peluru ke udara dengan menggunakan senjata jenis SS 1.

Selanjutnya saat itu juga, kedua KIA Vietnam tersebut merubah halu dan KRI Wiratno-379 melakukan pengusiran terhadap kedua KIA Vietnam meninggalkan wilayah Landas Kontinen Indonesia.

[rus]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here