TEMPO.CO, Jakarta – Bus Transjabodetabek dengan sistem HOV atau High Occupancy Vehicle jurusan Bekasi-Bundaran Hotel Indonesia masih minim penumpang.

Sugianto, 35 tahun, sopir bus Transjabodetabek mengatakan kerap tak membawa penumpang dari titik pemberangkatan dari kawasan Summarecon Bekasi. Penumpang baru ada di sekitar halte Transjakarta di depan gerbang tol Bekasi Barat.

“Paling banyak 20 orang,” kata Sugianto saat ditemui Senin, 31 Juli 2017.
Hal ini menurut Sugianto karena sosialisasi yang masih kurang kepada warga Bekasi yang bekerja di Jakarta.

Transjabodetabek jurusan Summarecon Bekasi-Bundaran HI beroperasi sejak Kamis pekan lalu. Selama dua pekan, angkutan massal tersebut melakukan uji coba dengan sistem HOV atau High Occupancy Vehicle. “Dikawal agar perjalanan lebih cepat,” kata Sugianto. Angkutan massal dengan jalur khusus tersebut merupakan program dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Adapun operatornya adalah Perusahaan umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Transjabodetabek berangkat ke tujuan melalui ruas tol Jakarta-Cikampek, lalu keluar di Gerbang Tol Halim dan Semanggi, lalu menggunakan jalur arteri hingga ke Bundaran HI. Begitu sebaliknya ketika mengarah ke Bekasi. “Hari ini kebetulan tol macet parah, jadi berangkat jam 6.00, sampai di HI jam 9.00,” kata Sugianto.

Sugianto setiap hari, kecuali hari libur, mendapatkan jatah tiga kali perjalanan, dengan jadwal pemberangkatan dari Bekasi Barat pukul 06.00, 15.00, dan 18.30 WIB. “Kalau pagi berangkatnya banyak penumpang, kalau sore pulangnya yang banyak penumpangnya,” ujar dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, konsep HOV atau High Occupancy Vehicle masih dimatangkan. Soalnya, konsep tersebut melibatkan beberapa instansi, seperti PT. Jasa Marga, Badan Pengatur Jalan Tol. “Karena jalur yang dipakai menggunakan jalan tol,” kata dia.

Menurut dia, BPTJ mengusulkan di sisi paling kiri atau sekitar bahu jalan dipakai jalur khusus. Sayangnya, otoritas pengatur jalan tol belum menyetujui. Adapun, di jalur arteri di Bekasi tidak bisa dibuat jalur khusus karena terbentur lebar jalan. “Yang dilalui hanya di Jalan Ahmad Yani saja, sekitar dua kilometer,” kata dia.

ADI WARSONO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here