TEMPO.CO, Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta PT KRL Commuterline Jabodetabek ( KCJ ) untuk juga membangun fasilitas antarmoda bagi penumpang kereta rel listrik. “Tidak hanya membangun di kawasan stasiun saja. Tapi juga memikirkan bagaimana moda lanjutan bagi penumpang,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Sigit Widjatmoko  di Balai Kota DKI, Selasa, 1 Agustus 2017.

Sigit mengatakan, fasilitas antarmoda sudah diterapkan di beberapa stasiun, seperti Tebet, dan Juanda. Menurut dia, koneksi antarmoda akan disiapkan juga di Stasiun Tanah Abang dan Palmerah.

Sigit menjelaskan, belum terbangunnya fasilitas antarmoda yang menyebabkan kemacetan di Stasiun Palmerah. Sehingga, polisi membiarkan ojek pangkalan naik ke atas trotoar, supaya tidak mengganggu lalu lintas.

“UU Nomor 22 Tahun 2009 menyatakan adanya diskresi kepolisian. Mungkin waktu itu ada lintasan, sehingga kalau kami lakukan penertiban akan menjadi chaos,” ujarnya.

Secara prinsip, Sigit menuturkan, memarkir kendaraan di atas trotoarmerupakan pelanggaran. Apalagi, hari ini sudah dimulai program Bulan Tertib Trotoar. Karena itu, pihaknya akan melakukan upaya preventif, edukatif, dan penegakan hukum terhadap hal tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai perlu ada tempat khusus bagi ojek. Menurut dia, pengemudi ojek semestinya tidak boleh menempati trotoar karena bisa mengganggu pejalan kaki. “Kalau untuk ojek ya koordinasikan sama mereka (polisi dan dishub). Apa memang ada fasilitas khusus untuk ojek ya. Kalau menurut saya tidak boleh di trotoar,” kata Djarot.

Sampai saat ini belum ada tanggapan dari PT KCJ terkait permintaan Dinas Perhubungan DKI Jakarta itu.

FRISKI RIANA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here