Liputan6.com, Minnesota – Gadis pembawa bunga di pesta pernikahan biasanya berusia sekitar 3-8 tahun.

Namun, yang terjadi di pernikahan pasangan Abby Arlt dan Dustin Mershon sungguh berbeda. Mereka mendaulat sang nenek untuk menjadi pembawa bunga pengantin di usianya yang menginjak 92 tahun.

Meski sudah sepuh, Georgiana Arlt masih sangat sigap. Ia dengan senang hati memenuhi tugasnya dalam upacara pernikahan yang digelar di luar ruangan di Mankato Golf Club di Minnesota pada Sabtu 8 Juni 2017, demikian seperti diberitakan New Zealand Herald yang dikutip Senin (10/7/2017).

Sambil memegang alat bantu jalannya, Georgiana menaburkan kelopak bunga beraneka ragam, menyusuri lorong, ketika seorang pianis memainkanGalway Girl”, lagu milik Ed Sheeran. Jemaat pun sontak bersorak dan bertepuk tangan.

Sementara itu, Abby, sang mempelai perempuan yang seharusnya bersembunyi dari para tamu, malah mengintip aksi neneknya dari sebuah bingkai jendela.

“Saya sungguh merasa terhormat. Saya senang saya bisa hidup cukup lama untuk melakukan hal ini,” ucap Georgiana yang tinggal sendirian di Chaska kepada ABC News.

“Lalu mereka menyuruhku menari dan aku tidur sepanjang malam saat tiba di rumah. Aku kelelahan,” kata dia bahagia.

Si pengantin wanita mengatakan bahwa dia selalu menginginkan kakek dan neneknya menjadi pembawa bunga dan cincin di hari pernikahannya. Namun, sang kakek meninggal tahun lalu.

Bagi Georgiana, peran ‘gadis pembawa bunga’ itu sangat menyentuh. Bukan hanya karena terjadi pada pernikahan cucunya, tapi juga merupakan partisipasi pertamanya dalam pernikahan selain pada pesta saat ia menikah 72 tahun silam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here