KOMPAS.com – Bila menjadi seorang pelupa, Anda mungkin merasa kurang cerdas.

Namun, hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neuron volume 94 pada 21 Juni 2017 lalu menyatakan sebaliknya.

Riset Blake Richard dan Paul Frankland mengungkap, melupakan sesuatu dalam taraf tertentu adalah sehat dan membuat Anda lebih pintar. Sebab, otak dirancang untuk tidak membiarkan terjadinya kelebihan penyimpanan informasi.

Menurut dua peneliti dari University of Toronto, Kanada, tersebut, ingatan seseorang tidak diharapkan untuk mengantarkan informasi yang akurat, namun informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan cerdas pada masa depan.

“Merupakan hal penting bagi otak untuk melupakan detail tidak relevan sehingga dapat fokus pada seseuatu yang tengah berjalan untuk membantu membuat keputusan di dunia nyata,” kata Blake Richards seperti dikutip dari Science Alert pada Jumat (23/6/2017).

Dalam penelitiannya, Richard dan Frankland menemukan bukti pelemahan koneksi sinapsis saraf secara perlahan serta tanda adanya neuron baru yang menimpa ingatan lama.

“Kami menemukan cukup bukti dari penetitian belakangan ini bahwa ada mekanisme yang mendorong kehilangan ingatan,” kata Frankland.

Menurut mereka, terdapat dua alasan mengapa otak melupakan sebagain ingatan yang dimiliki manusia.

Pertama, hal itu dapat membantu manusia dalam menyesuaikan situasi baru dengan melepaskan beberapa ingatan yang tidak dibutuhkan. Kedua, lupa membua manusia mengeneralisasi masa lalu untuk membuat keputusan. Dalam konsep kecerdasan buatan, kondisi itu disebut dengan regularisasi.

“Jika anda mencoba untuk menavigasi dunia dan otak anda secara konstan membawa berbagai memori yang saling bertabrakan, akan lebih sulit bagi anda membuat keputuan yang tepat,” kata Richards.

Jumlah ingatan yang dilupakan akan bergantung pada seberapa cepat perubahan lingkungan di sekitar. Semakin cepat lingkungan berubah, semakin cepat otak melupakan ingatan masa lalu.

“Inti ingatan adalah menjadikan Anda orang yang cerdas yang bisa membuat keputusan mengingat situasinya, dan aspek penting dalam membantu Anda melakukannya adalah melupakan beberapa informasi,” pungkasnya.

 

Penulis: Lutfy Mairizal Putra

Editor: Yunanto Wiji Utomo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here