RAKYAT.NET, Jakarta – Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Dan puasa merupakan ibadah wajib kaum Muslim termasuk kaum ibu yang sedang mengandung. Bagaimana berpuasa sehat bagi ibu hamil?

Banya ibu hamil yang memilih untuk tetap berpuasa selama bulan Ramadhan, namun tentu puasa saat hamil harus disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dan janinnya apakah dalam keadaan sehat atau tidak.

Jenis makanan yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil saat puasa harus mengandung kandungan zat gizi sbb:

Secara prinsip dasar, menu makanan saat buka puasa dan sahur bagi ibu hamil harus tetap memperhatikan menu gizi seimbang. Menu makanan harus mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral. Menu yang mengandung zat gizi lengkap membantu janin memenuhi gizi yang dibutuhkannya. Nasi, sayuran hijau, ikan, tahu-tempe, buah, dan susu sebaiknya tetap dikonsumsi oleh ibu hamil.

Pilih karbohidrat kompleks. Contohnya: nasi merah, roti gandum, pasta gandum, oatmeal, dan kacang-kacangan, dan juga yang mengandung serat, misalnya sayur dan buah, kacang-kacangan, gandum dan biji-bijian. Makanan ini membutuhkan waktu lama untuk dicerna sehingga rasa lapar akan datang lebih lama. Serat juga berfungsi untuk mencegah konstipasi.

Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung banyak protein. Contohnya: daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Protein dalam jumlah besar sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Batasi makanan manis. Makanan manis membantu meningkatkan kadar gula darah yang turun saat berpuasa, namun setelah itu dapat menyebabkan menurunnya kadar gula darah dengan cepat. Hal ini mengakibatkan ibu hamil menjadi lemas dan lemah serta dapat membuat cepat merasa lapar. Kebiasaan menyantap makanan manis ketika mengawali buka puasa sebaiknya diganti dengan menyantap buah-buahan yang manis karena dapat membantu menyediakan energi saat awal berbuka puasa. Buah-buahan tertentu juga mengandung serat yang dapat membantu perut kenyang lebih lama.

Batasi juga makanan yang mengandung lemak tinggi. Ini termasuk gorengan, cake, donat, pizza, burger, daging berlemak, kulit ayam, dan lainnya. Ganti dengan makanan yang mengandung lemak baik, seperti alpukat, kacang, minyak ikan, ikan, keju, dan lainnya.

Perbanyak makanan yang mengandung kalsium. Contohnya susu, keju, yoghurt, sayuran hijau, ikan dengan tulangnya, dan lain-lain. Makanan ini membantu menyediakan cukup kalsium untuk janin.

Banyak minum air putih. Sebaiknya minum sekitar 1,5-2 liter sehari untuk mencegah dehidrasi. Hindari pula minuman yang berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik. Hal ini menyebabkan seringnya buang air kecil dan akan mengakibatkan kehilangan lebih banyak air.

Sumber: hellosehat