RAKYAT.NET, Jakarta – Ketahanan infrastruktur perlu didorong, mengingat berbagai ancaman bencana tengah mengintai. Sebab itu, infrastruktur yang dibangun mesti tahan terhadap bencana yang terjadi.

Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono dalam acara the 2017 FIDIC International Infrastructure Conference 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan Jakarta, Senin (2/10/2017).

Basuki mengatakan, risiko terhadap bencana semakin tampak, salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim (climate change).

“Kita merupakan daerah bencana, sekarang ada climate change, jadi kita harus menyiapkan infrastruktur yang siap untuk mengadopsi kondisi-kondisi itu,” jelas dia.

Terkait penanganan bencana, Basuki mengatakan, pemerintah melakukan berbagai upaya. Di antaranya membangun pengendali lahar pada gunung yang rawan meletus.

“Ya kita misalnya untuk disaster ini dengan sabo dam sebelum meletusnya Merapi kita bangun sabo dam. Di Gunung Agung kita punya 87 sabo dam,” ujar dia.

Basuki mengatakan, terkait ketahanan infrastruktur, pemerintah juga telah memperbarui peta gempa nasional. Sehingga, antisipasi bencana bisa dilakukan lebih dini.

“Makanya dengan updating peta gempa bisa meningkatkan detilnya yang dulu hanya 85 sesar sekarang 295 sesar, juga termasuk dunia konsultan resilience infrastructure,” tandas dia.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here