RAKYAT.NET, Jakarta – Mudik 2018 mengalami penurunan jumlah dibanding tahun sebelumnya. Jumlah pemudik tahun ini khususnya dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menggunakan jalur darat atau tol, menurun jika dibandingkan tahun lalu. Namun angka rinci penurunan masih dihitung Jasa Marga.

“Secara umum turun tapi kita belum menghitung secara detail. Nanti dari Jasa Marga bisa menghitung secara detail. Tapi yang ingin kami sampaikan ini juga belum dalam ukuran yang akurat yaitu pemudik itu turun khususnya yang menggunakan motor,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi mengatakan awalnya pihaknya memprediksi pemudik akan naik. Khusus pemudik yang menggunakan motor jumlahnya hanya sekitar 50 sampai 60 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah pemudik yang menggunakan jalur udara tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2017. “Udara naik kira-kira average 10 persen. Yang kedua kereta api (naik) 3-4 persen,” sebutnya.

Menhub menambahkan, pemudik melalui jalur laut juga meningkat. “Laut itu naik karena tadinya enggak ada. Darat ini bus naik. Tol itu mestinya turun. Jadi dari kendaraan kecil menjadi kereta menjadi pesawat udara dan menjadi bus,” paparnya.

Selain jumlah pemudik jalur tol turun, angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik juga menurun. Termasuk angka korban meninggal dunia mengalami penurunan. Salah satunya karena turunnya angka pemudik yang menggunakan roda dua.

“Tapi saya belum bisa menyampaikan secara detail. Laporan yang kita peroleh itu secara akurat (dari) Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim menginformasikan kecelakaan turun dan meninggal dunia turun. Kalau dari analisa kita adalah karena turunnya jumlah pemudik motor dan terjadi suatu klasifikasi motor itu di jalur Pantura, sedangkan mobil dan lainnya di jalur tol sehingga tidak ada friksi,” tambahnya.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here