JAKARTA, KOMPAS.com – Vice President (VP) Bidang Komunikasi PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa KCJ tidak menyediakan tempat sampah di dalam kereta rel listrik ( KRL).

Kepada Kompas.com, Kamis (29/6/2017), Eva menyampaikan dalam aturan penggunaan KRL, tidak diperkenankan untuk makan dan minum.

Artinya, jika penumpang menaati aturan tersebut, sampah bungkus makanan atau minuman tidak akan ada.

Selain itu, penyediaan tempat sampah di dalam KRL dinilai akan membuat ruang untuk para penumpang semakin sempit.

Alasan lainnya, kata Eva, jarak tempuh KRL yang pendek membuat rata-rata KRL di mana pun tidak menyediakan tempat sampah.

Hal ini menurut Eva berbeda dengan kereta jarak jauh yang menyediakan tempat sampah di dalam gerbongnya.

“Dan memang kalau kita lihat karakteristik KRL commutter di mana-mana tidak ada tempat sampahnya karena kan commutter jarak antar stasiun dekat,” ujar Eva.

Menurut Eva, yang harus dievaluasi adalah perilaku serta budaya masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Jadi memang lebih ke arah budaya dan perilaku penumpang nya yang harus terus diedukasi. Di luar enggak ada tempat sampah juga bersih ya. Enggak ada yang buang bungkus permen atau tisu,” ujar Eva.

Selama musim libur panjang, penumpang menjadikan KRL salah satu transportasi alternarif untuk mencapi tujuan wisata.

Namun, kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kebersihan moda transportasi umum kerap jadi persoalan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here