RAKYAT.NET, Jakarta – Pola didik hiper protektif terhadap anak dapat menghambat tumbuh kembang anak. Anak menjadi cenderung manja dan tidak bisa mandiri. Memberi kebebasan namun tetap memperhatikan, mengawasi dan sesekali memberi larangan jika apa yang dilakukan terlihat membahayakan anak.

Berikut hal yang harus diperhatikan agar anak-anak menjadi cepat mandiri :

1. Ciptakan lingkungan nyaman

Orang tua cenderung senang membelikan mainan baru bagi putra-putrinya dengan tujuan agar senang dan tidak rewel. Namun kebiasaan ini justru bisa membentuk sifat buruk anak. Biasanya anak-anak tidak tertib dan tidak mau merapikan kembali mainan yang dia pakai. Apalagi jika dia bermain bersama teman-teman sebaya.

Kondisi ruang berantakan, penuh maianan justru membuat enggan anak untuk merapikan kembali mainannya. Selanjutnya mereka menjadi semakin manja, merengek-rengek atau bahkan menangis jika disuruh merapikan.

Membelikan mainan secukupnya sesuai kebutuhan atau menyimpan sebagian dan hanya memberikan mainan yang dibutuhkan akan memudahkan anak-anak merapikan kembali.

Menciptakan suasana ruang bermain yang tertib, teratur dapat memudahkan anak untuk belajar mandiri. Merapikan mainan miliknya, menjaga, merawat dan menyusun rapi ke tempat semula.

2. Memberi contoh dan melibatkan anak-anak untuk mengerjakan sesuatu

Meniru adalah salah satu teknik anak-anak untuk belajar melakukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Tidak mengherankan jika anak-anak lebih senang menirukan apa yang dilakukan oleh orang tuanya daripada bermain sendirian.

Mengajak dan melibatkan mereka dalam kegiatan sederhana dan mudah dilakukan, akan menumbuhkan sikap mandiri dan meningkatkan rasa percaya diri anak.

3. Beri ruang untuk belajar mandiri

Orang tua diharapkan tidak hiper protektif dan berkenan memberikan kebebasan kepada balita untuk melatih kemandiriannya. Jika diberi kesempatan untuk mencoba dan berlatih, lama-kelamaan si kecil dapat melakukan segala sesuatunya dengan mandiri dan percaya diri.