RAKYAT.NET, Jakarta – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyatakan hingga saat ini operasi pasar beras yang dilakukan oleh pemerintah telah mencapai 2.500 titik di seluruh Indonesia. Operasi pasar dilakukan lebih masif di wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan harga beras tinggi.

Pemerintah mengimbau agar para pedagang beras menjual beras operasi pasar yanh digelontorkan oleh pemerintah.

Mendag menilai, jika ada pedagang atau pengusaha yang tidak berkenan menjual beras operasi pasar, maka diduga tengah memanfaatkan momentum kenaikan harga beras yang saat ini terjadi.

“Kami wajibkan seluruh pedagang pasar itu wajib menjual beras Bulog, kalau ada pedagang pasar atau pedagang beras di pasar yang tidak mau menjual, maka patut diduga menikmati keuntungan yang berlebihan dengan memainkan harga itu,” kata Mendag.

Sementara itu, dari sisi pasokan beras operasi pasar, hingga saat ini per harinya telah mencapai 10.000 ton sampai 15.000 ton. Sebelumnya, pemerintah segera membuka keran impor beras jenis khusus sebanyak 500.000 ton. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan lonjakan harga beras dan pasokan beras yang sedang menurun.

Mendag mengatakan, pihaknya menujuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI sebagai importir.

Adapun jenis beras yang di impor pada saat ini merupakan jenis beras khusus yang tidak ditanam di Indonesia, dan memiliki landasan hukum berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Sehingga hal ini tidak akan menggangu produksi dalam negeri.

Kemudian dari sisi waktu, pasokan beras impor tersebut akan tiba di Indonesia pada akhir Januari mendatang, diharapkan dengan jadwal kedatangan itu maka tidak akan menggangu masa panen raya padi di Indonesia pada Februari hingga Maret mendatang.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here