RAKYAT.NET, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan tidak pernah membuka keran ekspor bahan baku rotan ke negara lain. Jika ada pihak-pihak yang mengekspor bahan baku rotan ini, maka dipastikan hal tersebut ilegal.

“Enggak boleh (diekspor) rotan mentah, enggak boleh. (Jika ada ekspor) Dari kemarin juga ilegal, tidak pernah ada yang legal. Sudah pasti itu nyelundup,” ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Untuk mengatasi kelangkaan bahan baku rotan yang keluhkan oleh industri mebel dalam negeri, Enggar mengatakan Kemendag akan mempertemukan para pengusaha di industri mebel yang tergabung dengan Himpunan Indutri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dengan produsen rotan, yaitu Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI).

Nantinya akan dibahas dan disusun kesepakatan antara keduanya untuk mengatasi kelangkaan bahan baku rotan ini.

“Sekarang disusun dulu kita kesepakatannya dengan HIMKI dan APRI, nanti ada lagi dari Kalimantan kita akan undang. Besok mereka akan nyusun. Tapi kesepakatan garis besar adalah APRI menyampaikan data jenis dan ukuran rotan yang ada. Kemudian HIMKI menyampaikan kebutuhan jenis rotan dan ukurannya. Itu dikumpulkan di PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), BUMN,” jelas dia.

Jika nantinya ada kelebihan pasokan bahan baku, lanjut Enggar, maka akan diizinkan untuk diekspor melalui PPI‎. Namun itu pun harus dalam kondisi setengah jadi, bukan bahan mentah.

‎”Kalau ada lebih maka yang boleh melakukan ekspor hanya PPI. Jadi kalau sekarang supply berlebih, tidak terserap, maka dari pada mubadzir di ekspor setengah, jadi tidak mentah. Kalau kondisi setengah jadi boleh. Dan hanya satu yang boleh melakukan ekspor yaitu PPI. Sekarang perumusan dibentuk tim dikoordinasikan di Kemendag mulai besok,” tandas dia.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here