PURWAKARTA, KOMPAS.com – Purwakarta sedang membangun satu lagi ikon pariwisatanya, yaitu “hotel gantung” di Gunung Parang. Hotel tersebut berupa sleeping capsules yang menggantung di sisi tebing dengan ketinggian 400-900 meter di atas permukaan tanah. Nama hotelnya adalah Pajajaran Anyar.

Pajajaran Anyar disinyalir menjadi skylodge tertinggi di dunia, melebihi pendahulunya di Peru. Hotel ini dibangun oleh Badega Gunung Parang, salah satu operator aktivitas outdoor dan pendakian tebing di gunung tersebut. Hotel tersebut rencananya mulai dioperasikan Oktober 2017 mendatang. Anda bisa menaikinya lewat banyak akses, salah satunya tangga besi alias via feratta.

Bagi Anda yang penasaran, berikut tata cara pemesanan, teknis penginapan, hingga fasilitas dan keistimewaannya.

Untuk pemesanan, Dhani Daelami selaku penggagas operator Badega Gunung Parang mengatakan bahwa proses booking akan disiapkan secara online di web resminya.

“Kita akan kerjasama dengan beberapa online reservation website dan di website Badega Parang, ke depannya akan dibuatkan sistem pemesanan online sendiri untuk Pajajaran Anyar, nama komplek skylodge kami,” ujarnya pada KompasTravel, Jumat (7/7/2018).

Proyek hotel gantung di Gunung Parang, Purwakarta.

Proyek hotel gantung di Gunung Parang, Purwakarta.(FACEBOOK/BADEGA GUNUNG PARANG)

Sampai saat ini, terhitung sudah mendekati 100 orang yang booking dari wisatawan asing maupun domestik lewat web Badega Parang. Pengelola pun segera membatasinya, khawatir overload.

Hotel gantung tersebut akan memiliki fasilitas bak hotel berbintang, dengan tempat tidur nyaman, toilet, pendingin ruangan, jaringan WiFi, hingga sarapan. Wisatawan nanti akan naik ke ketinggian 400-900 meter menggunakan via feratta yang sudah tersohor di tebing gunung ini.

Sedangkan untuk fasilitas sarapan atau restoran, pengelola memiliki restoran dalam satu ruangan berbentuk kapsul besar sendiri. Wisatawan perlu berpindah kapsul, dari kamarnya ke kapsul resto.

“Wisatawan akan melakukan perpindahan menggunakan via feratta, sedangkan untuk turunnya bisa zipline, dan rapelling. Semua cara dikombinasikan dengan aman dan menyenangkan,” sebut Dhani.

Pembangunan hotel gantung di sisi tebing Gunung Parang, Purwakarta.

Pembangunan hotel gantung di sisi tebing Gunung Parang, Purwakarta.(FACEBOOK/BADEGA GUNUNG PARANG)

Selain dipadukan dengan ragam wisata tersebut, penginapan tertinggi di dunia ini juga akan disempurnakan dengan atraksi wisata lainnya. Mulai dari transportasi menggunakan kuda tunggang, rumah pohon, sentra wisata kuliner, pemancingan alam, hingga trekking di sawah.

Perlu diketahui, pemandangan yang akan Anda dapatkan di sana sangat beragam. Kapsul hotel tersebut ditempatkan di beberapa titik yang menyuguhkan pemandangan eksotis dari Gunung Parang.

Antara lain panorama sunrise dam sunset, pesawahan, Kota Purwakarta, dan ragam bentang alam seperti danau dan bukit. Untuk tarif pertamanya, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi merencanakan tarif terendah Rp 3,3 juta untuk ketinggian 400 meter, hingga Rp 9,9 juta, untuk ketinggian 900 meter.

 

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia

EditorSri Anindiati Nursastri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here