VIVA.co.id – Pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi yang tengah digenjot pemerintah di sejumlah wilayah menjadi tantangan bagi industri asuransi. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan menekan penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Hal ini dikatakan sedikit banyak akan memengaruhi performa bisnis dari PT Astra Asuransi Buana (Garda Oto), di mana kontribusi terbesar mereka datang dari sektor otomotif. Demikian dikatakan Chief Executive Officer PT Astra Asuransi Buana Rudy Chan.

“Kalau komposisi kontribusi saat ini, otomotif 54 persen dan non otomotif 46 persen. Perimbangannya cukup baik. Untuk otomotif itu subjek market-nya mobil dan motor, itu tantangannya juga dengan pembangunan infrastruktur pemerintah secara tidak langsung berdampak ke pasar otomotif,” kata Rudy Chan saat Media Gathering di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Senin malam, 31 Juli 2017.

Maka itu untuk menyiasatinya, pelakon industri keuangan non bank tersebut saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk membesarkan sektor non otomotif menghadapi tantangan mengurangi ketergantungan akan penjualan kendaraan.

“Kami terus berupaya tingkatkan non otomotif. Saat ini di non otomotif terbesar di sektor komersial, sementara health tak sebesar komersial,” kata Rudy.

Sementara itu, meningkatnya penjualan mobil Astra secara nasional ditambah kondisi pertambangan yang kian stabil memberikan dampak positif bagi keuangan Asuransi Astra Buana entitas anak PT Astra International Tbk (ASII) di semester pertama 2017.

Hingga Juni tahun ini, Asuransi Astra mencatatkan total premi bruto (GWP) konvensional sebesar Rp2 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here