RAKYAT.NET, Jakarta – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik Presiden Joko Widodo karena dinilai sibuk mengurusi motor Royal Enfield bergaya chopper-nya daripada bekerja maksimal membebani berbagai persoalan negeri.

Kritik itu ia sampaikan saat berorasi di acara deklarasi akbar relawan #2019GantiPresiden di sisi selatan kawasan Monas, Jakarta, Minggu (6/5/2018). “Kita darurat ekonomi, kita darurat pendidikan, kita darurat korupsi, tetapi ada Presiden yang sibuk naik chopper,” ujarnya.

“Boleh kok (naik chopper), tetapi selesaikan dulu masalahnya. Karena itu rakyat harus dididik, 2019 ganti presiden,” sambung politisi PKS tersebut.

Menurut Mardani, tak ada lembaga atau seorangpun kecuali Presiden di negeri ini yang diberikan kekuasaan sebegitu besar oleh UUD 1945. Oleh karena itu, menurutnya, baik atau buruknya negeri ini tergantung kualitas dan integritas Presiden.

Presiden Jokowi tuturnya lebih banyak pencitraan. Sementara ekonomi dinilai makin susah, harga sembako dinilai mahal, korupsi dinilai merajalela. Negera juga menjanjikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, namun Mardani mempertanyakan upaya pemerintah mencapai tujuan tersebut.

“Apakah negara ini sudah adil? Apakah negeri ini memberikan kesempatan yang sama? Kota ingin mengatakan karena keadilan sosial belum ada, maka 2019 ganti presiden, jelas,” katanya.

Sebelumnya, Mardani mengatakan bahwa gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang legal. Sebab dalam konsitusi pada 28 E ayat 2 dan 3 UUD 1945, setiap orang berhak berkumpul dan berserikat serta berhak berpendapat. Gerakan #2019GantiPresiden pula tuturnya tidak memaksa Presiden Jokowi lengser saat ini. Namun, gerakan ini ingin pergantian presiden terjadi secara konstitusional lewat Pilpres 2019 mendatang.

Sumber: kompas.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here