RAKYAT.NET, Jakarta – Aksi kejahatan penjambretan marak terjadi di Jakarta. Pemicu kejahatan bisa disebabkan oleh kebiasaan buruk sebagian masyarakat Jakarta yang sering menggunakan handphone ketika berkendara atau sedang dibonceng.

Polisi mengimbau pengendara dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan ponsel ketika sedang dalam perjalanan. Hal ini untuk menghindari aksi penjambretan. Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, pelaku penjambretan biasa mengincar penumpang motor yang sedang lengah.

“Dia melihat korban yang paling lengah dan paling lemah. Jadi, saya mengimbau kepada masyarakat kalau membawa HP jangan dimainkan saat sedang dibonceng,” kata Rachmat, di Mapolsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara.

Rachmat juga meminta masyarakat untuk tidak mengenakan barang-barang yang mencolok seperti perhiasan saat berkendara. Penumpang yang membawa tas juga mesti berhati-hati. “Membawa tas jangan diletakkan di belakang punggung. Kalau bisa didekap di antara pendara yang di depan mereka,” kata Rachmat.

Kejadian penjambretan sedang marak terjadi di berbagai wilayah di Jakarta. Kasus teranyar, seorang penumpang ojek online meninggal dunia saat mengalami penjambretan. Korban tersebut diketahui tengah menggunakan telepon genggamnya ketika dijambret dan sempat melakukan tarik-menarik dengan pelaku, lalu jatuh dan meniggal dunia.

Sumber: kompas.com
Photo: google images