RAKYAT.NET, Jakarta – Mahfud MD mantan ketua MK, yang saat ini sebagai anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meminta agar aparat keamanan untuk tegas dalam menyikapi baik para pendukung maupun penolak # 2019GantiPresiden. Sikap aparat harus profesional dan tidak boleh berat sebelah.

“Saya kira tinggal kita menyikapinya, dan saya berharap aparat dan penegak hukum bersikap profesional dan adil. Mana yang melanggar hukum ditindak, mana yang tidak melanggar hukum dibiarin saja. Karena itu bagian dari pesta, bagian dari demokrasi,” katanya MD di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mahfud menyatakan bahwa menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), belum masa kampanye sehingga sekarang itu aspirasinya belum terkait dengan kampanye. Tetapi tetap secara hukum harus diawasi oleh penegak hukum.

“Tergantung bagaimana mengemasnya, dan kadang kala disertai kekerasan ada yang disusupi oleh sikap-sikap destruktif terhadap konstitusi dan ideologi. Itu yang harus ditindak,” katanya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga mengatakan, perlu disadari juga Indonesia dalam posisi menjelang Pilpres, yang setiap kelompok dan setiap orang punya hak mengajukan aspirasi. Negara sudah memberikan ruang melalui mekanisme yang konstitusional.

“Tetapi dalam batas-batas konstitusional, apa artinya? tidak boleh ada kekerasan. Pemilu ini harus dilaksanakan sebagai hak konstitusional kita. Mekanisme konstitusional yang disediakan oleh negara,” tambahnya.

Sumber: merdeka.com