RAKYAT.NET, Jakarta – Pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama pemerintah Indonesia saat ini. Salah satu proyek infrastruktur adalah proyek Kereta Lintas Rel Terpadu (LRT).

Kini warga Jakarta memiliki dua moda transportasi berbasis rel baru, yakni LRT dan MRT. Sepintas kedua moda transportasi ini terlihat sama. Memiliki jalur rel elevated atau rel layang dan keduanya pun memiliki jalur khusus tanpa hambatan atau perlintasan sebidang. Namun ada perbedaan kedua moda transportasi ini yaitu kapasitas tampung penumpang.

LRT merupakan sistem angkutan ringan berdaya angkut kecil. Sementara MRT merupakan sistem angkutan massal cepat berdaya angkut besar. Keduanya dibangun untuk menghubungkan simpul kegiatan dalam perkotaan.

Spesifikasi masing-masing kereta juga berbeda. Kereta LRT Jakarta memiliki kapasitas sebesar 135 orang per gerbong. Satu rangkaian hanya ada dua kereta, sehingga kapasitas maksimal LRT Jakarta hanya menampung 270 orang.

Sedangkan MRT Jakarta mempunyai kapasitas lebih besar. Satu gerbong MRT bisa mengangkut 332 orang, sehingga jika satu rangkaian terdiri 6 gerbong maka MRT bisa membawa 1950 orang.

Selain itu, waktu tempuh MRT dan LRT juga berbeda. Kereta MRT Jakarta bisa melaju dengan waktu tempuh hanya 30 menit dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI dengan jarak 16 km. Sedangkan LRT Jakarta dengan jarak tempuh 5,6 km dari Rawamangun ke Kelapa Gading, memerlukan waktu 13 menit.

Photo: postkota