RAKYAT.NET, Jakarta – Pemberlakuan pelarangan sepeda motor di jalur protokol sepanjang kawasan Sudirman diperluas.

Dilansir dari tempo.co, Budi Paryanto selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (ASPERINDO), menyatakan seharusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi pengecualian terhadap kendaraan dengan peruntukan bisnis.

ASPERINDO dapat menyusun beberapa solusi teknis seperti mekanisme pemasangan stiker, GPS, alarm, dan sebagainya melalui asoasi pemilik usaha ekspedisi.

Menurutnya, seharusnya ada pengecualian terutama bagi kendaraan kurir pengantar surat dan paket kecil agar usaha kurir dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan jalur.

Coba bayangkan satu kurir motor biasa mengangkut dan mengantar 100 dokumen atau paket kecil alamat per hari menuju daerah CBD. Dan total kurir kami untuk daerah itu bisa lebih dari 2000 kurir motor, berarti berapa dokumen atau paket yang akan terkendala?

Budi menambahkan hingga saat ini pihaknya maupun anggota ASPERINDO lainnya belum merencanakan mediasi dengan Pemerintah DKI Jakarta atau pihak Dinas Perhubungan mengenai permasalahan di atas.

Wakil Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesa (YLKI), Sudaryatmo mengatakan jika pembatasan sepeda motor di Jalan Sudirman dan Rasuna Said, September 2017, menjadi solusi kemacetan dan kecelakaan. Maka pemerintah wajib menyediakan jalur transportasi public alternatif.

Sumber: tempo.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here