RAKYAT.NET, Jakarta – Eko Listyanto (ekonom Indef) menilai, larangan Bank Indonesia soal gesek ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai, akan efektif jika telah tersosialisasi ke seluruh masyarakat. Dan tentu harus disertai sanksi tegas.

Sosialisasi harus menyeluruh, kepada para pedagang yang melayani transaksi non tunai terkhusus ke konsumen pengguna kartu non tunai. Sebab tidak semua konsumen mengetahui tujuan dilakukannya gesek ganda dalam transaksi dan bisa dipakai sebagai praktek oknum untuk kejahatan.

Jika konsumen dan pedagang sama-sama mendapat sosialisasi cukup maka aturan tersebut akan efektif. “Namun, menurut saya tetap yang lebih utama adalah kepada pedagang, jika pedagang telah patuh maka kemungkinan terjadinya pencurian data nasabah dapat dihindari,” kata Eko saat dihubungi Selasa (5/9/2017).

Dan konsumen harus mengawasi dan memastikan bahwa kartu nontunainya tidak digesek ganda dalam sebuah transaksi. Menurutnya, jika pedagang tetap melakukan gesek ganda, maka konsumen harus segera melaporkan.

Dengan demikian, dalam sosialisasi harus dipastikan bahwa cara pelaporan dibuat sesederhana dan semudah mungkin, serta respons dari regulator juga harus cepat jika ada laporan dari konsumen.

Sumber: sindonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here