RAKYAT.NET, Jakarta – Jakarta sebagai ibukota Indonesia merupakan kota metropolitan dengan berbagai masalah yang menyertainya. Selain kemacetan, kepadatan penduduk, pencemaran air sungai sangat mengkuatirkan.

Buruknya sistem Instalasi Pengolahan Air (IPAL) di pemukiman membuat seluruh sungai di Jakarta tercemar berat. Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, sebagian besar pencemaran sudah di atas ambang baku mutu.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Ali Maulana mengakui bahwa sebagian besar sungai di Jakarta sudah tercemar parah. Bahkan sungai yang berdekatan dengan pasar kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

Ali mengatakan, tahun ini Dinas LH melakukan pemantauan kualitas air sungai di 90 titik sampel. Pemantauan dilakukan periode 21 Maret sampai 12 April 2018. “Ada 20 sungai yang diambil sampelnya, di antaranya Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, Sungai Pesanggrahan dan Sungai Blencong,” katanya.

Penilitian itu menggunakan parameter kunci yang digunakan ialah Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxigen Demand (COD), Methylene Blue Active Substance (MBAS) atau detergen, bakteri ecoli, dan fenol sesuai PP No 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Dari hasil pemantauan, pemenuhan baku mutu BOD Sungai Sunter hanya 33,3%, untuk BOD terpenuhi 50%, 100% untuk MBAS, dan 50% untuk Fenol. Di Sungai Ciliwung, kadar BOD seluruhnya tidak memenuhi baku mutu. Namun, dalam hal COD dipenuhi 68,8%, MBAS 75% dan Fenol 56,3%.

Ecoli Tinja Paling Banyak di Sungai Cideng, Jakarta Pusat. Jumlah ecoli tinja di sungai itu lebih fantastis lagi. Dari tiga titik pantau di tempat itu, ditemukan sebanyak minimum 21 miliar- maksimum 3,6 triliun per 100 mili liter.

Urutan kedua dialami Sungai Mampang, dari tiga titik pantau ditemukan minimum 2,9 miliar ecoli tinja sampai maksimum 290 miliar per 100 mili liter.

Sungai Cideng, Sungai Mookervart, dan Sungai Mampang, berdasar data Dinas LH, tidak memenuhi seluruh parameter kunci baku mutu.

“Sungai yang sebagian besar tidak memenuhi baku mutu di antaranya Sungai Angke, Sungai Mookevart, Sungai Petukangan, Sungai Cakung, Sungai Cideng, Sungai Mampang dan Sungai Kamal,” ucap Ali mengutip dari Laporan Dinas Lingkungan Hidup.

Sumber: sindonews.com