Sidang perdana praperadilan Fredrich Yunadi hari ini tertunda lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hadir. Hakim tunggal Ratmoho yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut pun menunda sidang tersebut. KPK hanya mengirim utusan ke sidang praperadilan Fredrich. Utusan itu menyampaikan hanya menyampaikan surat terkait permohonan penundaan sidang.

Ratmoho mengatakan ia tidak bisa menerima surat karena surat harus disampaikan ke bagian umum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Setelah itu surat tersebut akan disposisikan Pimpinan PN Jaksel kepada hakim yang bersangkutan. Ratmoho kemudian menyatakan sidang ditunda seminggu. “Berarti termohon hari ini tidak bisa hadir. Untuk itu seperti ketentuan, kita masih akan memanggil 1 kali lagi termohon. Karena termohon di Jaksel jadi kita panggil sekali lagi hari Senin 12 Februari 2018,” kata Ratmoho, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (5/2).

Mendengar hal tersebut, kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa keberatan dengan penundaan tersebut. Menurutnya KPK tidak menghargai persidangan karena praperadilan disidangkan secara singkat dan berburu waktu dengan perkara pokok. “Kalau ada KPK meminta penundaan tidak menghargai yang mulia dan tidak menghargai persidangan ini. Menurut kami kalau sudah secara patut. Sidang dianggap sah kami minta sidang dilanjutkan,” kata Sapriyanto.

Sementara itu hakim tunggal Ratmoho tetap pada keputusan awal bahwa sidang akan ditunda selama seminggu ke depan. Kemudian Sapriyanto menyatakan keberatan karena ia menganggap KPK telah mendesain dari awal untuk menunda persidangan.

“Ini artinya sudah didesain. Kan praperadilan harus bermain cepat supaya pokok perkara dipercepat. Kalau begitu nanti sama saja. Kita jangan joget mengikuti irama mereka kita punya gendang sendiri. Kalau hakim bilang begitu tapi perhatikan keberatan kita,” sambung Sapriyanto.

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here