RAKYAT.NET, Jakarta – Masa Orientasi Siswa (MOS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Tujuan MOS salah satunya untuk untuk pengenalan siswa baru terhadap lingkungan sekolah. Namun sering disalahgunakan oleh siswa senior untuk praktek perploncoan terhadap siswa baru.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan pihak sekolah untuk menghentikan kegiatan perploncoan dan bullying atau kekerasan dalam masa orientasi sekolah (MOS) pada tahun ajaran baru.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Lityarti mengatakan, suasana harus diciptakan penuh kekeluargaan, kondusif dan zero kekerasan. “Mengimbau pihak sekolah untuk menjamin pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru berlangsung dengan aman, ramah dan nyaman bagi siswa baru,” katanya.

KPAI mendukung imbauan agar para orang tua siswa mengantar anak-anaknya ke sekolah. Karena itu sebagai wujud dukungan orang tua terhadap semangat anak-anaknya kembali bersekolah setelah libur panjang.

“Kami juga mendorong sekolah menyiapkan diri menyambut para orang tua dan anaknya masuk sekolah kembali. Tidak sekedar menurunkan anaknya di sekolah dari kendaraan, tetapi juga mengantar masuk ke kelas sang anak,” tambahnya.

Retno mengatakan, anak sekolah juga dapat dijadikan momentum bagi sekolah menyampaikan program-program sekolah. Sekaligus perkenalan orang tua siswa ke wali kelas anaknya dengan masuk ke ruang kelas tempat anak-anaknya akan menuntut ilmu setiap harinya selama berada di sekolah.

“Hal ini akan menjadi momentum yang menyenangkan bagi anak-anak. Hal Ini juga akan membawa dampak positif ke depannya terhadap keharmonisan hubungan orang tua dan pihak sekolah,” tutupnya.

Sumber: merdeka.com