RAKYAT.NET, Jakarta – Pemerintah Korea Utara bereaksi keras karena ulah Amerika Serikat nekat menerbangkan jet tempur pembom B-1B mereka, dekat wilayah demiliterisasi sepanjang akhir pekan lalu. Mereka dikabarkan mulai mengirim pesawat tempur dan mengerahkan pasukan di sepanjang kawasan pantai timur Korut, demi memperkuat pertahanan.

Kabar itu disampaikan oleh badan intelijen Korea Selatan. Hasutan Amerika Serikat lantaran semakin sering menerbangkan jet tempur di kawasan semenanjung Korea justru memperburuk situasi. Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, mengatakan pemerintah mereka naik pitam dengan tindakan AS dan menganggap hal itu sebagai ajakan berperang.

“Amerika Serikat mengajak kami perang, dan kami berhak melakukan tindakan apapun. Termasuk menembak pesawat pembom AS meski tidak memasuki ruang udara kami,” kata Yong Ho sebelum menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa (26/9).

Yong Ho juga mengatakan pemerintah Korea Utara tersinggung dengan cuitan Presiden AS, Donald Trump, melalui akun Twitter-nya yang mengatakan dia dan Pemimpin Korut, Kim Jong Un, bakal mati tak lama lagi. Hal itu juga dianggap sebagai bentuk ancaman.

“Dunia harus tahu kalau AS yang lebih dulu mengajak perang terhadap negara kami. Pertanyaan tentang siapa yang sebentar lagi mati bakal terjawab,” tambah Yong Ho.

Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, buru-buru mengeluarkan pernyataan menepis tudingan Yong Ho. Mereka berkeras kalau jet pembom itu terbang di wilayah internasional dan tidak melanggar batas negara manapun.

“Kami tidak pernah mendeklarasikan perang terhadap Korea Utara, dan hal itu absurd,” kata Sarah.

Justru kini Korea Selatan yang ketar-ketir atas sikap Korea Utara. Menurut Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha, semua pihak tidak boleh melakukan provokasi apapun yang bisa memantik peperangan. Posisinya serba salah. Di satu sisi mereka adalah sekutu dan butuh dukungan Amerika Serikat dalam hal pertahanan, sedangkan mereka juga punya agenda buat penyatuan kembali kedua Korea tetapi masih bersitegang dengan Korea Utara.

Korea Selatan juga mesti hati-hati dengan langkah diambil Trump terhadap Korea Utara. Sebab, ibu kota mereka, Seoul, hanya berjarak 35 mil dari kawasan demiliterisasi yang membelah semenanjung Korea.

“Kami ingin Korut dan AS memahami situasi ini bersama. Demi mencegah ketegangan meningkat dan menghindari pertempuran yang bisa dengan cepat tidak terkendali,” kata Kang di Washington, AS.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here