Jakarta – Pavel Durov kadang disamakan dengan sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Ia memang mengawali ketenarannya di jagat teknologi dengan mendirikan jejaring sosial yang populer di Rusia, VKontakte.

Ceritanya setelah lulus kuliah dari Saint Petersburg State University pada tahun 2006, Durov yang asli Rusia ini memutuskan mengembangkan bisnis teknologi dengan tujuan berhubungan dengan teman-temanya. Durov mengaku melakukan semuanya sendirian.

“Jadi aku menamainya VKontakte atau terhubung dan aku membuat semuanya dari nol, semua kodenya, desain dan strategi marketing,” kisahnya yang dikutip detikINET dari Financial Times.

“Zuckerberg beruntung karena dia belajar di Harvard dan di minggu pertama sudah bisa menarik teman-teman membantunya coding. Aku harus melakukan semuanya,” imbuh lelaki usia 32 tahun itu.

VKontakte tumbuh jadi jejaring sosial paling tenar di Rusia dan Durov dibantu mengembangkannya oleh sang kakak, Nikolai. Tapi pada tahun 2011, dia memicu masalah dengan Kremlin karena menolak menutup halaman milik aktivis oposisi yang memprotes kembalinya Vladimir Putin jadi presiden.

Hasilnya, Durov menjadi incaran polisi dan dipaksa menjual VKontakte pada investor yang pro Kremlin. Dia dipecat dari jabatan CEO VKontakte dan terusir dari Rusia dengan kekayaan USD 300 juta. Ia pun melanglang buana ke berbagai negara bersama Nikolai.

Setelah terusir dari Rusia itulah Durov mengembangkan Telegram yang diklaim layanan messaging teraman. Citra aman itu pula yang membuat Telegram disukai teroris, bahkan diancam pemblokiran di berbagai negara termasuk Indonesia.

Durov kini memegang kewarganegaraan Saint Kitts and Nevis. Tapi dia sering keliling dunia ke San Francisco, New York, London, Paris sampai Berlin.

(fyk/fyk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here