RAKYAT.NET, Jakarta – Musim kemarau seperti ini merupakan berkah bagi para perajin Eceng Gondok (Eichhornia crassipes). Tumbuhan yang sering dijumpai di sungai itu banyak diburu oleh para perajin.

Salah satunya Farida (60) warga RT 21 RW 06 Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bagi Farida, eceng gondok merupakan tumbuhan yang sangat berharga. Karena eceng gondok bagian dari nafas hidupnya.

Puluhan tahun Farida bekerja sebagai perajin eceng gondok. Hingga memasuki usia senjanya, tangan Farida tetap cekatan dan lihai menganyam eceng gondok dengan pola kepangan.Puluhan tahun Farida bekerja sebagai perajin eceng gondok. Hingga memasuki usia senjanya, tangan Farida tetap cekatan dan lihai menganyam eceng gondok dengan pola kepangan.

Puluhan tahun Farida bekerja sebagai perajin eceng gondok. Hingga memasuki usia senjanya, tangan Farida tetap cekatan dan lihai menganyam eceng gondok dengan pola kepangan. Saat ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (22/9/2017) Farida tengah asik menganyam eceng gondok. Kepangan demi kepangan ia selesaikan. Sesekali tangannya menyeka keringat di dahinya.

“Alhamdulilah sudah puluhan tahun. Sehari bisa menyelesaikan dua sampai tiga kilo anyaman Eceng gondok,” kata Farida sembari menganyam Eceng gondok.

Farida menceritakan, satu kilogram eceng gondok yang sudah dianyamnya dijual seharga Rp6.000. Sedangkan, eceng gondok kering yang belum dianyam hanya dihargai Rp 3.000. Dalam satu pekan Farida mampu menjual 20 sampai 30 kilogram eceng gondok. Dari hasil penjualan eceng gondok, rata-rata per minggu Farida mampu meraup keuntungan Rp100.000 hingga Rp150.000.

“Pendapatannya sekitar Rp100.000-an setiap minggunya. Alhamdulillah, hasil penjualan eceng gondok ini cukup untuk beli sembako. Biasanya dijual ke agen, nanti ada yang datang ke sini untuk membeli eceng gondok,” katanya.

Dari hasil penjualan eceng gondok, rata-rata per minggu Farida mampu meraup keuntungan Rp100.000 hingga Rp150.000.Dari hasil penjualan eceng gondok, rata-rata per minggu Farida mampu meraup keuntungan Rp100.000 hingga Rp150.000.

Diakui Farida, musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk mencari Eceng gondok. Untuk mengantisipasi kesulitan saat mencari Eceng gondok di musim penghujan, Farida pun harus menimbun Eceng gondok hasil buruannya di musim kemarau untuk digarap pada musim penghujan nanti.

Suaminya, Jambari (70) selalu keliling ke desa-desa, bahkan hingga ke luar kota untuk mencari Eceng gondok. Farida mengaku, sempat mencari Eceng gondok ke Ibu Kota. “Dulu pernah ke Jakarta buat nyari Eceng gondok. Sekarang mah sudah tua, jadi nyarinya di sungai yang dekat saja. Biasanya sih nyarinya di sungai sekitar Kecamatan Kapetakan, kalau tak ada paling menyebrang ke Sungai Cimanuk Indramayu,” ucapnya.

Farida menceritakan, jika dirinya mencari Eceng gondok ke Jakarta, harus mengeluarkan rupiah hingga Rp 500.000. Namun, ekspedisi ke Jakarta itu tak bisa ia lakukan sendirian, dirinya selalu mengajak tiga perajin lainnya karena demi mengirit ongkos. “Kan dimuat di truk besar Eceng gondoknya. Itu dulu, waktu masih kuat. Ongkosnya waktu itu Rp 500.000, terus dibagi empat. Jadi untuk satu perajin hanya Rp 125.000. Kalau sendirian ke Jakarta mah saya tak mampu,” tuturnya.

Nenek yang memiliki empat anak itu mengaku bersyukur memiliki keahlian menganyam Eceng gondok. Dari Eceng gondok lah keempat anaknya bisa menempuh pendidikan, walaupun hingga SMP dan SMA. Penghasilannya sebagai perajin memang tak cukup untuk menabung. Bahkan, diakui Farida, di tahun 2012 dirinya mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari pemerintah desa.

“Karena tak cukup untuk benerin rumah. Cukupnya buat sekolah anak sama beli sembako saja, tapi Alhamdulillah pemerintah memberi bantuan renovasi rumah,” katanya.

Ditambahkan Farida, sebelum memiliki keahlian sebagai perajin Eceng gondok dirinya sempat menjadi bekerja serabutan dan suaminya bekerja sebagai penarik becak. Dikatakan Farida, Eceng gondok yang ia anyam dijual ke agen dan bos mebel untuk kemudian diolah menjadi perabotan rumah, seperti kursi, tikar, dan lainnya.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here