RAKYAT.NET, Jakarta – Flat Earth, terjemahan bahasa Indonesia bumi datar. Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa bumi itu bulat. Para ilmuwan telah menemukan banyak fakta bahwa bumi itu bulat. Namun luar biasa aneh, masih banyak orang yang berkeyakinan bumi itu datar.

Teori kontroversial bumi itu datar, telah lama mengundang cibiran di berbagai belahan dunia. Orang-orang modern pasti akan tertawa terbahak-bahak. Tetapi amat mengherankan, masih saja ada orang yang berkeyakinan bumi itu datar. Bahkan mereka telah membentuk komunitas berdasarkan teori konyol ini. Dan lebih lucu lagi, hingga sekarang mereka tidak memiliki bukti pasti yang menguatkan bahwa bumi itu datar.

Berikut hal konyol yang masih dipercayai kaum Bumi Datar.

Kaum bumi datar memiliki teori bentuk bumi datar seperti kepingan CD. Mereka mempertahankan keyakinannya dengan memutarbalikkan fakta bahwa ilmuwan yang menemukan fakta bumi berbentuk bulat hanyalah sebuah bualan untuk menipu manusia.

Kaum bumi datar tidak mempercayai NASA, karena mereka beranggapan ini semua ulah elit dunia untuk membodohi masyarakat luas.

Mereka tidak percaya gravitasi, tetapi mereka yakin adanya gaya jatuh ke bawah karena semacam daya elektromagnetik dititik pusat bumi datar. Seharusnya jika teorinya seperti itu, bentuk bumi bukanlah seperti kepingan CD, melainkan seperti piring, karena sisi luarnya tertarik melengkung oleh daya elektromagnetik tersebut.

Kaum bumi datar menyangkal pendaratan manusia di bulan. Pendaratan manusia di bulan yang tercatat berulang kali dianggap hanyalah rekayasa dari para pelaku film di Hollywood. Dan para astronot mereka tuduh sebagai para aktor bayaran dan pembohong belaka.

Tak bisa kita bayangkan, jika Newton dan Einstein masih hidup, pasti mereka akan sangat kesal mendengar pernyataan gravitasi itu tidak ada. Namun itulah yang dipercayai oleh para kaum Flat Earth.

Kaum Flat Earth mengganti gravitasi dengan keyakinan mereka terhadap sebuah sistem elektromagnetik, atau teori lainnya seperti tekanan udara dan kepadatan benda, untuk menyangkal gravitasi. Mereka beralasan, karena para ilmuwan tidak dapat sepenuhnya menjelaskan bagaimana kerja gravitasi, maka gravitasi disimpulkan tidak nyata.

Entah dalam topik ini siapa yang bodoh, tetapi dengan jelas mereka tidak percaya adanya satelit, mereka menganggap satelit itu hanyalah salah satu alat pembohongan publik.

Namun mereka hanya menyajikan bantahan dan teori yang tidak memiliki standar. Kaum bumi datar tetap tidak bisa menjelaskan pengganti satelit yang berguna untuk ponsel yang setiap hari mereka pakai. Memang mereka menyatakan karena adanya BTS, namun tidak bisa menjelaskan bagaimana dengan sebelum adanya ponsel pintar, seperti saat SLJJ di Indonesia dapat digunakan?

Gerhana bulan parsial (penumbra) terlihat di berbagai tempat. Gerhana bulan merupakan peristiwa ketika cahaya matahari terhalangi oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Teori aneh lainnya adalah mereka menyatakan bahwa ukuran bulan dan matahari adalah sama. Aneh sekali, penelitian beratus-ratus tahun, harus disangkal dengan teori yang berdasarkan penglihatan dan imajinasi belaka.

Mereka percaya bahwa matahari dan bulan layaknya lampu sorot yang menyinari bumi tergantung pada jam sehari. Ini, tentu saja tidak bisa menjelaskan bagaimana fenomena matahari terbenam, atau mengapa kita memiliki zona waktu.

Itulah keyakinan kaum Flat Earth.

Sumber: liputan6.com
Gambar: googleimages

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here