RAKYAT.NET, Boyolali – Kemarau panjang berakibat terjadi krisis air di sebagian wilayah Indonesia. Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah masih mengalami kekeringan. Warga kesulitan mendapatkan air, baik untuk pertanian maupun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu misalnya, banyak sumur warga yang mengering. Untuk mendapatkan air mereka harus berjalan jauh sekitar 2 kilometer ke sungai di balik gunung. Di sungai tersebut terdapat sebuah belik (sumur kecil) yang mengeluarkan air bersih.

Desa Kendel nampak kering dan tandus. Sedangkan kondisi jalan menuju lokasi, selain jauh, rusak juga sulit dijangkau, dan naik turun.

Tak hanya untuk minum, air yang serba terbatas itu juga digunakan warga untuk mandi. Bahkan jika air di belik sudah tak keluar lagi, warga pun harus rela tidak mandi.

Warga mengaku hingga saat ini belum ada bantuan air bersih dari pemerintah dan instansi lainnya. Selain ke sungai, warga juga mencari air di sumur tetangga. Namun kondisi sumur pun mulai mengering, hanya sedikit air yang keluar dan kadang menjadi rebutan warga.

Purwanto (63), tokoh masyarakat desa Kendel menambahkan, warga memang kesulitan untuk mendapatkan air minum. Apalagi harus berbagi dengan hewan ternak, karena memang penduduk di daerah tersebut banyak yang berternak sapi dan kambing. Belum lagi untuk keperluan memasak, mencuci dan mandi.

“Kita mandi cuma sehari sekali, yang penting untuk masak dan minum ada. Saya minta kebijakan pemerintah, apakah mau bikin embung atau apa, yang penting kebutuhan air warga bisa tercukupi,” katanya.

Meski sudah membuat sumur, lanjut dia, karena tanahnya tandus dan berbatu, maka aliran air tak maksimal. Sehingga warga berharap pemerintah memberikan solusi yang permanen untuk warga.

Sumber: merdeka.com