RAKYAT.NET, Jakarta – Walaupun telah memasuki uji coba publik, mass rapid transitatau MRT Jakarta Fase I rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia atau HI ternyata belum memiliki sertifikat kelaikan sarana dan prasaran dari Kementerian Perhubungan. Padahal, waktu peresmian oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi tinggal 5 hari lagi pada Minggu (24/03/2019).

Meski demikian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa proses evaluasi untuk penerbitan sertifikat kelaikan terus berjalan. “Tapi secara umum, MRT sudah bisa difungsikan dengan baik, walau ada satu dua item yang sedang kami lakukan perbaikan,” kata Budi.

Walaupun sertifikat kelaikan belum diterbitkan, Budi mengatakan MRT telah mendapatkan izin sementara dari Kementriannya untuk bisa diuji coba hingga peresmian. Sesuai rencana, MRT akan dioperasikan secara komersil untuk publik pada 1 April 2019. Budi yakin sertifikat bisa terbit menjelang itu. “Bisa, bisa,” kata dia.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, juga membenarkan kabar bahwaa perusahaan daerah itu belum mengantongi sertifikat sarana dan prasarana dari Kementrian. “Masih dalam proses,” kata dia.

Walau begitu, William optimis semua persyaratan untuk pengoperasian MRT Jakarta akan rampung dalam beberapa hari mendatang. “Rekomendasi dalam beberapa hari ke depan ini akan dikeluarkan,” jelas dia.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Edi Nursalam, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan PT MRT Jakarta agar sertifikat kelaikan prasarana dan sarana MRT Jakarta segera rampung. “Paling lambat dua minggu ini selesai semua,” kata dia.

Edi menerangkan saat ini PT MRT Jakarta baru mempunyai sertifikat sumber daya manusia, rekomendasi teknis penilaian keselamatan, dan rekomendasi teknis sistem manajemen keselamatan perkeretaapian dari Kementerian. Adapun sertifikat kelaikan prasarana dan sarana MRT Jakarta belum terbit.

 

Sumber : Tempo.co