RAKYAT.NET, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM dengan bantuan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, membentuk tim untuk ke Papua. Tim ini nantinya akan melakukan serangkaian pemetaan untuk mengidentifikasi penyebab banjir Sentani di Papua 16 Maret 2019 lalu.

Tim yang diterjukan dari 20 Maret lalu telah melaporkan bahwa limpahan debit air yang tinggi (overflow) pada sungai pegunungan Cyclops menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana banjir di wilayah tersebut.

Kepala PVMBG Kasbani menerangkan bahwa bencana banjir Sentani disebabkan oleh tingginya volume air hujan yang dibarengi dengan ketidakmampuan Danau Sentani menampung air.

“Permukaan air danau Sentani meningkat, dampak tingginya curah hujan dan aliran sungai pegunungan Cyclops yang bermuara ke Danau Sentani,” jelas Kasbani.

Derasnya intensitas hujan, mengakibatkan daerah permukaan menjadi lebih rendah dan terjadi penumpukan air secara cepat sehingga tanah tidak mampu lagi menyerap air yang ada.

Setelah menelusuri jalur sungai yang terkena banjir dengan menelusuri Jalan Raya Sentani – Doyo Baru – Kertosari, tim mendapatkan perubahan morfologi terjal pengunungan Cyclpos menjadi wilayah dataran aluvial (tanah endapan). “Ini didukung pula dari keterjalan lereng dan perubahan dari lembah sungai yang relatif sempit lembah menjadi lembah sungai terbuka,” kata Kasbani.

Penemuan lainnya adalah jebolnya bendungan alamiah dari sedimentasi longsoran sepanjang dinding sungai dan batu berukuran besar di hulu lembah sungai. “Identifikasi ini diikuti dengan pembelokan beberapa alur sungai,” jelas Kasbani.

Sabtu (16/03/2019) lalu, Sentani dilanda banjir bandang dan menghancurkan pemukiman setempat. Rumah, jembatan dan bangunan lain hanyut diterjang derasnya arus banjir. “Landaan aliran bahan rombakan berupa batuan berukuran boulder, yaitu diameter lebih dari 64 milimeter. Jenis batuan didominasi jenis batuan metamorf (malihan) berjenis Sekis Mika, Gneiss yang sebagian mengandung urat kuarsa,” Agus Budianto Pemimpin tim di lapangan.

Hasil dari pemetaan banjir Sentani ini telah dikonsolodasikan dengan Pemerintah Daerah setempat melalui Bupati Jayapura Mathius Awoitauw. “Untuk penganggulangan bencana dan potensi ancaman serupa di masa mendatang, jelas Agus.