RAKYAT.NET, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengajak para peternak untuk berkorporasi. Sebab dengan cara tersebut akan meningkatkan efektifitas dan nilai ekonomi para peternak.

Hal tersebut rupanya sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk korporasi peternakan.Mengkorporasikan ternak, ia melanjutkan adalah industri bibit, pakan ternak dari hulu sampai hilir yanh dikonsolidasikan dalam satu organisasi.

“Pertanian juga seperti itu. Kalau bisa terkonsolidasikan dengan baik, itu akan lebih efisien,” ujarnya pada acara Jambore Peternakan Nasional 2017 akhir pekan lalu.

Peternak-peternak yang tergabung dalam organisasi sudah sepatutnya membentuk PT atau koperasi. Sehingga menurut Jokowi, dari sisi bisnis dan ekonomi akan lebih menguntungkan dan bermanfaattinggi.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, pihaknya mulai mewujudkan korporasi ternak tersebut dengan membangun kelompok-kelompok peternak komunal. “Tidak lagi perorangan,” katanya.

Pembentukan kelompok besar para peternak tersebut harus bisa memiliki industri perbibitan sendiri, mengaplikasi teknologi produksi sendiri yang lebih modern dan mengolah hasil ternaknya sendiri, serta menggalang menembus pasar ritel.

Upaya tersebut rupanya mendapat respons baik dari masyarakat. Pada 2017 ini, tidak sedikit peternak yang mendaftarkan diri sebagai kelompok. Contohnya usulan kelompok Halimpu Jaya di Desa Halimpu Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.

Ia menyampaikan, ada lebih dari 25 usulan kelompok untuk nantinya membentuk korporasi peternak. Ia melanjutkan, dengan dibentuknya korporasi tersebut akan memudahkan pemenuhan kebutuhan produk daging domba dan kambing maupun ayam yang saat ini dapat dipenuhi dari wilayah sendiri dan cenderung mengalami surplus di setiap daerah. Bahkan akan lebih efektif dalam melakukan ekspor.

Sebab, produksi peternakan Indonesia siakui Ketut surplus. Berdasarkan data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2017 Kementan, jumlah ternak domba dan kambing di Indonesia mencapai lebih dari 33,5 juta ekor, dengan rincian populasi kambing sebanyak 17.847.197 ekor dan domba sebanyak 15.716.667 ekor. Sedangkan kontribusi konsumsi daging nasional masih didominasi ayam ras 57 persen, sapi 16 persen, domba dan kambing masing-masing 2 persen.

Itu artinya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara pengekspor ternak. Melalui korporasi peternak itu lah, nantinya harga ternak yang ditawarkan Indonesia di pasar global akan bersaing.

Sumber: republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here