RAKYAT.NET, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meningkatkan pelayanan kesehatan di tahun 2018 dengan anggaran hingga Rp 110,2 triliun.

Dilansir dari rmol.co, Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kemenkes menyatakan anggaran sebesar itu untuk meningkatkan layanan kesehatan promotif preventif. Serta menjaga keberlanjutan jaminan kesehatan nasional (JKN).

Kemenkes mencatat, ada peningkatan jumlah peserta penduduk termiskin yang dibayarkan iurannya oleh pemerintah (PBI).

Rinciannya, tahun 2015 anggaran Rp 19,8 triliun dialokasikan untuk 87,8 juta jiwa. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp24,8 triliun untuk 91,1 juta jiwa di tahun 2016. Angka tersebut meningkat kembali menjadi 92,2 juta jiwa dengan total Rp 16,9 triliun yang sudah dibayarkan hingga Juli 2017.

Dengan anggaran tersebut Kemenkes akan terus mengupayakan penurunan angka bayi stunting atau kurang gizi. Teknisnya, dengan terus menambahkan asupan gizi melalui pemberian makanan tambahan makanan (PMT). Serta memantau perkembangan kesehatan Ibu hamil.

Meski demikian Anggaran untuk sektor kesehatan tersebut belum termasuk Dana Alokasi Khusus Fisik ke daerah-daerah yang memang membutuhkan dukungan lebih besar dalam infrastruktur kesehatan.

 

Sumber: rmol.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here