RMOL. Penerapan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dinilai Menteri Keuangan Sri Mulyani terlampau tinggi.

Jika batas gaji bebas pajakterlalu tinggi, Sri Mulyani takut basis pajak tergerus sehingga berimplikasi pada rasio pajak(tax ratio) Indonesia.

“Semakin tinggi PTKP, maka basis pajak makin sedikit. Apalagi Indonesia sudah menaikkan dua kali PTKP,” ucapnya di Jakarta, Kamis (20/7).

Saat ini batas gaji bebas pajaksebesar Rp 54 juta setahun atau Rp 4,5 juta per bulan. Batasan ini naik dari semula Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta setahun.

Kata Sri Mulyani, jika dibandingkan dengan negara-negara di Asean, maka PTKP Indonesia terbilang yang paling tinggi.

“Sekalipun pendapatan per kapita kita relatif lebih rendah dari Malaysia, Thailand, bahkan dengan Singapura sekalipun. Indonesia menerapkan PTKP yang tinggi,” jabarnya.

Sri Mulyani telah memerintahkan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk segera menelusuri kebijakan PTKP ini. Termasuk mengkaji efektivitas dari PajakPertambahan Nilai (PPN).

[ian]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here