Merdeka.com, Jawa Tengah – Pekerja seni di wilayah Banyumas kini diwajibkan memiliki Kartu Tanda Seniman (KTS). Tanda pengenal yang serupa sertifikat ini bisa diperoleh di kantor Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengatakan, kebijakan KTS ini guna mendata dan serta meningkatkan kesadaran pelaku seni dalam hal administrasi. Sejak diberlakukan awal bulan Juli, sudah banyak seniman yang mengajukan permohonan untuk membuat kartu ini.

“Kartu ini berlaku untuk seluruh seniman yang aktif di Banyumas. Pelaku seni secara individu, tidak harus memiliki sanggar kesenian. Seniman hanya cukup mendaftarkan diri di Dinporabudpar, bawa foto dan mengisi formulir. Nanti akan mendapatkan kartu,” katanya, Kamis (6/7).

Dia mengatakan, pembuatan kartu bertujuan untuk memudahkan pendataan jumlah seniman dan berbagai jenis kesenian di Banyumas. Manfaat dari KTS ini yaitu bisa digunakan sebagai tanda pengenal. Selain itu, akan muncul kebanggaan tersendiri bagi pemilik kartu.

Selain Kartu Tanda Seniman ini, setiap sanggar seni, kelompok maupun komunitas seni juga diwajibkan memiliki badan hukum. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses kerjasama dengan lembaga negara atau yang kontraknya memiliki kekuatan hukum.

“Kalau aturan ini sudah dimulai sejak tahun lalu, berlaku juga di seluruh Jawa Tengah. Tapi rupanya, belum semua kelompok seni mengurus badan hukum. Padahal itu penting agar mereka tidak kesulitan saat mencairkan dana dari lembaga pemerintah,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here