RAKYAT.NET, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjelaskan, program Kartu Pra Kerja yang akan diluncurkan Presiden Joko Widodo, akan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2020-2024.

Program tersebut, ditegaskannya, bakal dimasukkan ke dalam skema pengembangan kemampuan atau skill dari pekerja, baik yang sudah memiliki pekerjaan maupun yang belum bekerja. Dengan demikian, daya saing pekerja Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

“Jadi, ada dalam RPJMN 2020-2024, itu sudah ada skema penguatan skill pekerja, baik yang sudah bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan,” kata dia, Rabu (13/03/2019).

Meski skema tersebut, dikatakannya, sudah tertera dalam RPJMN, namun Bambang belum mau mengungkapkan rencana anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan program tersebut tiap tahunnya. Menurutnya, yang penting dari program tersebut adalah untuk mendukung penguatan skill masyarakat dalam jangka waktu menengah panjang.

“Ya, pokoknya kita bisa buat skema dukung itu,” tegas dia.