RAKYAT.NET, Jakarta – Urbanisasi ke kota-kota besar di Indonesia masih menjadi idola masyarakat daerah. Tak mengherankan jika sejumlah kota besar semakin tumpah ruah menjadi tujuan urbanisasi setiap usai Lebaran. Jakarta menjadi salah satu kota primadona yang masih diburu oleh mereka yang ingin mencoba mengubah nasib hidupnya.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta mencatat, jumlah pendatang baru ke Ibu Kota pada Lebaran 2017 lalu sebanyak 70.752 orang. Data urbanisasi itu berasal dari selisih jumlah arus mudik dengan arus balik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Jakarta tetap terbuka bagi pendatang baru yang ingin mencari pekerjaan. Hal ini terkait dengan banyaknya pendatang baru yang mengadu nasib ke Jakarta usai mudik Lebaran.

“Setiap warga memiliki hak yang sama untuk dapat pekerjaan di mana saja, Jakarta bukan negara sendiri dari Indonesia,” kata Anies Baswedan di Stasiun Senen.

Meski demikian, Anies menyebut mencari pekerjaan tidak hanya di Jakarta. Banyak kota lain dengan infrastruktur yang memadai dan peluang besar seperti Jakarta.

“Untuk dapat pekerja enggak harus ke Jakarta, ada di mana-mana. Makanya kenapa pemerintah membangun infrastruktur di mana-mana. Ya tapi kita juga tidak bisa melarang orang datang ke suatu tempat,” ucap dia.

Sebagai antisipasi melonjaknya pendatang baru, Anies mengatakan sudah ada tim gabungan untuk mendata. Nantinya bagi pendatang baru, Ia juga meminta agar melapor ke RT setempat untuk didata oleh Disdukcapil.

“Tugas kami mengatur tugas dukcapil. Kalau datang ke kota harus lapor selama 1×24 jam dan memenuhi tanggung jawab dan kewajiban sebagai WNI,” ucap Anies Baswedan.

Sementara Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno meminta mereka yang tak memiliki keahlian untuk tidak datang ke Jakarta. Ini bisa dipastikan para pendatang itu tidak akan bisa bertahan hidup di Ibu Kota.

“Datang ke Jakarta, saya sudah sampaikan jangan datang tanpa ada keahlian khusus. Karena kalau enggak ada keahlian, dia tidak akan bisa bertahan di Jakarta,” kata Sandi saat berada di kawasan Jakarta Timur.

Namun begitu, dia menyebut jika nanti ditemukan pendatang yang tidak memiliki keahlian, Pemerintah Provinsi DKI tak akan menelantarkannya. Mereka akan diberikan pembinaan di Balai Kerja Jakarta.

“Karena Jakarta terbuka buat semua. Kalau kebetulan sudah ada di Jakarta, mereka tidak memiliki keahlian, kita arahkan ke Balai Kerja,” jelasnya.

Setelah mereka mempunyai keahlian yang mumpuni pada bidang tertentu, pihaknya bakal menawarkan mereka mengikuti program OK OCE. Sehingga, tak akan ada lagi penambahan pengangguran akibat kedatangan warga dari luar Ibu Kota.

“Pendampingannya adalah salah satu yang kita arahkan adalah OK OCE. Makanya kita lagi coba secara masif mendesiminasi formasi tentang OK OCE,” kata Sandiaga.

Sumber: liputan6.com