RAKYAT.NET, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) merupakan pesta demokrasi akbar. Semakin banyak pilihan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, maka demokrasi semakin hidup di negeri ini.

Dari sudut pandang demokrasi, kehadiran tiga poros lebih menarik daripada Pilpres kembali menjadi ajang pertarungan head to head antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto.

Dengan kehadiran 3 pasangan calon, maka akan beragam juga visi misi yang ditawarkan kepada rakyat. Sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan demi kemajuan bangsa ini. “Daripada 2 mending 3, karena ada ada variasi visi misi dari pasangan calon,” ujar pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing.

Namun demikian, Emrus tidak setuju jika 3 poros di pilpres dianggap bisa meredam gesekan yang ada dibanding jika pilpres hanya diisi 2 poros. Sebab, meski ada 3 pasangan calon yang maju, pada putaran kedua pilpres juga tetap mengerucut pada dua pasangan calon. Sehingga, gesekan itu tetap akan terjadi.

“Kalau asumsinya chaos, nanti juga akan chaos, di putaran kedua. Karena tetap berujung dua poros di putaran kedua. Jadi sangat terbantahkan jika 3 poros disebut akan meminimalisir gesekan,” katanya.

Sumber: rmol.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here